Kecepatan Puluhan Pemanjat Pemula Solo Dipacu

kecepatan-puluhan-pemanjat-pemula-solo-dipacu
LATIHAN: Sejumlah pemanjat pemula Solo bergiliran memanjat jalur speed klasik pada latihan di kompleks Stadion Manahan, Minggu (8/3).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Persiapan Mengikuti SPT Karanganyar

SOLO,suaramerdekasolo.com. Puluhan pemanjat pemula Solo terus mengintensifkan latihan di klub Solo Adventum, kendati selama dua-tiga bulan terakhir sering diadang hujan. Bibit-bibit atlet berusia sekolah mulai TK, SD, SMP hingga SMA itu bersiap mengikuti sirkuit panjat tebing (SPT) lingkup Solo Raya yang bakal digelar di Karanganyar, 27-29 Maret nanti.

‘’Kami asah anak-anak berlatih di jalur speed klasik dan boulder. Sebab, dua nomor tersebut yang akan dilombakan di SPT Karanganyar,’’ kata ketua klub, Teddy Saba, di sela-sela latihan rutin di Solo Sport Climbing Center kompleks Stadion Manahan, Minggu (8/3).

Kecepatan para pemanjat usia dini dan remaja di papan speed, terus diasah. Menurut dia, laju bibit-bibit pemula tersebut telah dicatat dalam dua kali latihan terakhir. Pertama, Rabu (4/3) lalu. Selanjutnya, mereka kembali dipantau perkembangannya pada latihan Minggu pagi.

‘’Rata-rata ada progres positif. Namun karena pemula, apalagi sebagian besar anak-anak SD, maka masih sering terjadi kesalahan dalam menapaki poin-poin di papan speed,’’ ujarnya.

Lima Kelompok

Ketua Harian Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta, Marjianto ‘’Ipunk’’ Bialagi Kasim mengungkapkan, sirkuit yang diperuntukkan bagi para atlet pemula se-Solo Raya tersebut dibagi dalam lima kelompok, berdasarkan usia.

‘’Lomba dibuka untuk dua kelompok di papan boulder, yakni peserta kelahiran 2008 dan kelahiran 2004-2007, baik putra maupun putri. Sementara tiga lainnya di arena speed klasik, yaitu kelahiran 2008, lalu 2004-2007, serta untuk kelompok umum/mahasiswa, juga untuk putra dan putri,’’ jelas Ipunk.

Dia menambahkan, ajang tersebut sangat positif untuk latihan pengenalan suasana lomba bagi para pemanjat pemula Kota Bengawan. Selain itu, guna memulai mengasah mental berkompetisi untuk anak-anak yang rata-rata baru sekitar lima bulan berlatih di Manahan itu.

Salah seorang pelatih klub Solo Adventum, Sutrisno menambahkan, pengenalan situasi kompetisi sangat penting agar para siswanya lebih bersemangat untuk meningkatkan kemampuan dirinya. Meski demikian, tidak ada target khusus yang dibebankan bagi mereka.

‘’Sebagian besar dari mereka kan masih anak-anak. Yang terpenting, mereka lebih memahami kompetisi dalam olahraga ini. Toh jalan mereka untuk mencapai prestasi sebagai atlet senior, masih panjang,’’ tuturnya.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun