Ikasi Solo Sumbang Fencer Terbanyak di Tim PON Jateng

ikasi-solo-sumbang-fencer-terbanyak-di-tim-pon-jateng
ASAH KEMAMPUAN: Sejumlah fencer mengasah kemampuan dalam latihan di Klub Anggar UTP yang bermarkas di kampus Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta.

*Desentralisasi Latihan di Klub Anggar UTP

SOLO,suaramerdekasolo.com. Solo menyumbang atlet terbanyak pada tim anggar Jateng guna menghadapi PON Papua 2020. Delapan fencer (sebutan atlet anggar) Kota Bengawan tercatat sebagai anggota pelatda yang telah mulai berlatih sejak Januari lalu.

‘’Secara keseluruhan, ada 19 fencer yang memperkuat Jateng, sembilan putra dan sembilan putri. Berdasarkan asal daerah, terbanyak dari Solo sejumlah delapan orang,’’ kata pelatih tim pelatda anggar PON Jateng, Hendra Faradilah, Senin (9/3).

Para atlet Solo yang masuk daftar awak tim tersebut adalah Yusuf Aprilian yang diplot turun untuk nomor floret, Yulian Muhammad Adhitama (sabel) dan Ichwan Zulkarnain (sabel). Selain itu lima atlet putri, yakni Dinda Dwi Aryanti (sabel), Putri Faradilah (floret), Yully Andhika Putri (sabel), Adira Kurniawati (sabel) dan Tasya Allisya Sukarno Putri (floret).

Yusuf dan Dinda baru saja bertanding pada kejuaraan anggar antarmahasiswa Asia Tenggara ‘’4th Fencing University Championship 2020’’ di Malaysia, akhir pekan lalu. Yusuf merebut medali perak, sementara Dinda meraih perunggu.

‘’Atlet lainnya, tiga orang dari Kabupaten Semarang, dua dari Kendal, dua dari Kudus, dua dari Batang dan seorang atlet dari Kota Semarang,’’ tambah Hendra.

Dua Tempat

Dia mengungkapkan, 18 fencer Jateng tersebut berlatih secara desentralisasi di dua tempat. Delapan atlet Solo berlatih bersama di Klub Anggar UTP yang bermarkas di kampus Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta. Mereka diasah Hendra yang juga pelatih Pengkot Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Surakarta.

Sementara sepuluh fencer lainnya mengasah kemampuan dirinya di Semarang. Pelatih pelatda yang menangani dan meningkatkan performa para atlet di daerah tersebut adalah Bayu Koeshendra Setiawan. Tim akan dibantu asisten pelatih Flodesa.

‘’Seusai lebaran nanti, latihan para atlet pelatda baru disentralkan. Rencananya training camp-nya (TC) di Salatiga,’’ tutur Hendra.

Para atlet tersebut bakal lebih dimatangkan kemampuan fisik dan tekniknya dalam TC. Strategi bertarung mereka juga akan kian dimantapkan, sebelum berkompetisi pada pesta olahraga nasional empat tahunan yang digelar di Papua, Oktober mendatang.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun