Tanjakan Gunung Lawu untuk Jaring Pembalap Pemula

tanjakan-gunung-lawu-untuk-jaring-pembalap-pemula
BERLATIH BERSAMA: Para pembalap Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng berlatih bersama atlet-atlet Solo di velodrome Manahan.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Seleksi Atlet PPLOP Balap Sepeda

SOLO,suaramerdekasolo.com. Tanjakan lereng Gunung Lawu di daerah Karanganyar akan kembali digunakan untuk menjaring para pembalap sepeda pemula yang potensial di Jateng. Jalur menuju objek wisata Tawangmangu antara kawasan Bejen hingga Karangpandan, bakal menjadi arena seleksi masuk bagi atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Balap Sepeda Jateng, Sabtu (14/3).

Perekrutan awak PPLOP tahun-tahun lalu juga menggunakan jalur tersebut sebagai lintasan guna menentukan kelolosan para peserta seleksi.

‘’Jalur Bejen-Karangpandan itu memang cukup ideal untuk menyeleksi kemampuan calon-calon pembalap. Selain menanjak, rute sepanjang lebih-kurang 17 kilometer tersebut juga tidak banyak terdapat perempatan yang padat lalu lintas,’’ kata pelatih PPLOP Balap Sepeda Agus Sadiyanto, Senin (9/3).

Berdasarkan hasil verifikasi administrasi yang dilakukan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, ada delapan pembalap yang lolos dan selanjutnya mengikuti seleksi di jalur tanjakan itu. Empat pembalap tercepat dalam seleksi nanti bakal menjadi kandidat untuk menghuni PPLOP Balap Sepeda Jateng yang bermarkas di daerah Punggawan, Solo, mulai pertengahan tahun nanti.

Empat Atlet Lulus

Menurut Agus, pada tahun ini terdapat empat penghuni PPLOP yang lulus SMA. Mereka adalah Shindu Ardiyanto yang berasal dari Solo, Rifyal Nurhasifa (Klaten), Muhammad Hanif (Pekalongan) dan Bagus Abel Tasman (Cilacap). Seorang atlet pelajar lain, masih jadi atlet pusat pelatihan tersebut yakni Farhan Hilal Cipta (Tegal).

‘’Karena empat atlet pelajar akan lulus SMA tahun ini, maka ada empat peserta seleksi terbaik yang akan disiapkan sebagai penggantinya,’’ ujar Agus yang juga pelatih Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Surakarta.

Dia berharap, calon-calon penghuni PPLOP memiliki potensi yang bagus sebagai pembalap sepeda. Potensi tersebut selanjutnya digodog dan dikembangkan melalui program-program latihan yang dipusatkan di Kota Bengawan.

‘’Lokasi latihan mereka di jalur-jalur jalan raya, serta khusus sprint maksimal di velodrome Manahan,’’ kata Agus.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun