Rute Tanjakan Jadi Porsi Utama Latihan Cindy

rute-tanjakan-jadi-porsi-utama-latihan-cindy
TANJAKAN: Pembalap muda Solo Annisa Destein Cindy Qiawati memacu sepedanya di jalur tanjakan Cemoro Kandang, Gunung Lawu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Jelang Ikuti Balap Sepeda Bromo KoM

SOLO,suaramerdekasolo.com. Rute-rute tanjakan di seputar Gunung Lawu yang berada di perbatasan Karanganyar (Jawa Tengah) dan Magetan (Jawa Timur), jadi porsi utama latihan pembalap muda Solo, Annisa Destein Cindy Qiawati. Latihan tersebut sebagai bekal menghadapi ajang balap sepeda Bromo KoM (King of Mountain) Challenge 2020.

Pelajar SMAN 7 Surakarta itu bertekad memanaskan pertarungan barisan depan adu kebut tanjakan Surabaya-Pasuruan yang diselenggarakan Sabtu (14/3) mendatang. Rute tanjakan sejauh sekitar 25 km, dimulai dari daerah Pasrepan hingga finish di Wonokitri, Gunung Bromo.

‘’Saya lihat beberapa rekaman video di jaringan online, jalur balapan untuk perebutan gelar KoM mirip dengan rute pada beberapa jalan tanjakan di Gunung Lawu. Karena itu, saya lebih sering berlatih ke arah Lawu,’’ kata Cindy, Selasa (10/3).

Terakhir, satu-satunya pembalap putri di lingkup Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Solo tersebut berlatih menaklukkan tanjakan terjal menuju Candi Cetho, punggung Lawu yang berada di wilayah Kecamatan Ngargoyoso.

Cemoro Kandang

Progres latihannya menunjukkan hasil. ‘’Awal-awal dulu, saya masih nuntun sepeda saat menjelang finish di Candi Cetho. Sekarang sudah tidak lagi. Perkembangan ini dapat memacu semangat untuk bersaing dengan pembalap-pembalap lain,’’ tutur peraih sekeping medali emas dan dua perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 itu.

Sebelumnya, Cindy juga melahap rute tanjakan Solo-Karanganyar-Cemoro Kandang. Dia juga pernah menempuh jalur memutar melewati Wonogiri-Slogohimo-Magetan, lalu melintasi tanjakan Telaga Sarangan, Cemoro Sewu, Cemoro Kandang dan turun ke arah Karanganyar.

Kendati demikian, latihan Cindy yang terus dipantau pelatih ISSI Solo Agus Sadiyanto, tidak hanya meningkatkan kemampuan dirinya di jalur-jalur tanjakan. Dirinya, bersama sejumlah pembalap muda lain Kota Bengawan, tetap berusaha memacu kecepatan tanpa hambatan di velodrome Manahan.

‘’Latihan rute flat, rolling dan tanjakan di jalan raya memang bagus untuk persiapan balapan. Namun Cindy juga tetap harus mengasah sprint interval tanpa hambatan di velodrome. Jadi, dia tetap punya bekal jika bersaing di jalur datar,’’ ujar Agus.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun