Awak Pelatnas NPCI Dilatih Laporkan Pajak

awak-pelatnas-npci-dilatih-laporkan-pajak
PELATIHAN: Para awak pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) mengikuti pelatihan pelaporan pajak dan pengisian SPt Tahunan di kompleks Hotel Lorin.(suaramerdekasolo.com/dok Pelatnas NPCI)

Awak Pelatnas NPCI Dilatih Laporkan Pajak

SOLO,suaramerdekasolo.com. Pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang dipusatkan di Solo, tidak hanya menjadi arena penggemblengan kemampuan fisik dan teknik para atlet difabel sebelum bertarung di perhelatan internasional.

Mereka juga mendapat materi pengembangan wawasan dan pelatihan mengenai kewajibannya sebagai warga negara Indonesia. Salah satunya, awak pelatnas yang diproyeksikan guna menghadapi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 itu diberi pemahaman untuk taat melaporkan pembayaran pajaknya.

‘’Para atlet, jajaran pelatih, personel pendukung dan para menajer cabang olahraga dalam pelatnas, mendapat pelatihan pelaporan pajak. Sabtu (7/3), mereka mengikuti pelatihan pengisian Surat Pemberitahuan (SPt) Tahunan sebagai wajib pajak,’’ kata Wakil Sekjen NPCI, Rima Ferdianto, Rabu (11/3).

Bakal Berlanjut

Sekjen National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Ukun Rukaendi (tengah) dan Wasekjen Rima Ferdianto (kiri) pada pembukaan pelatihan pengisian SPt Tahunan.(suaramerdekasolo.com/dok pelatnas NPCI)

Pelatihan di Kampung Ikan Hotel Lorin tersebut dibuka Sekjen Ukun Rukaendi. Pesertanya awak pelatnas dari sejumlah cabang olahraga, antara lain renang, bola voli duduk, sepak bola celebral palsy (CP), goal ball dan para triathlon.

Kegiatan itu diselenggarakan pengurus NPCI bekerja sama dengan tim dari Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta, yang diketuai Antin Okfitasari dengan anggota Ety Meikhati dan Istiyawati Rahayu. Rencananya, kegiatan pelatihan pengisian SPt Tahunan itu bakal berlanjut hingga mencakup seluruh awak lain pelatnas.

‘’Saat ini terdapat 16 cabang olahraga dalam pelatnas proyeksi APG Filipina yang disentralkan di Solo. Total atletnya mencapai 300 orang, belum termasuk pelatih dan personel pendukung lainnya,’’ jelas Rima.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun