Manahan dan Sriwedari Ditutup, KKO Diliburkan

manahan-dan-sriiwedari-ditutup-kko-diliburkan
BRIEFING: Para pelajar Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta bersiap mengikuti briefing di markasnya, Gelanggang Pemuda Bung Karno kompleks Manahan, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Antisipasi Dampak Wabah Corona di Solo

SOLO,suaramerdekasolo.com. Kompleks Stadion Manahan dan Sriwedari ditutup sejak Sabtu (14/3), setelah Solo dinyatakan kasus luar biasa (KLB) corona. Kegiatan olahraga di dua fasilitas olahraga masyarakat Kota Bengawan itu pun berhenti.

Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Surakarta mengambil langkah menutup dua fasilitas olahraga Kota Bengawan itu, sebagai tindak lanjut atas hasil rakor Pemkot Surakarta yang dipimpin Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, Jumat (13/3) malam.

‘’Arahan Kepala Dispora (Joni Hari Sumantri-red) pada rapat Sabtu siang, semua kegiatan olahraga di Manahan dan Sriwedari, sementara ditutup. Rencana laga Persis lawan PSCS Cilacap di Manahan, Minggu (15/3), juga dibatalkan. Hal itu demi menghindari kerumunan masyarakat,’’ kata Kabid Olahraga Dinpora Surakarta, Maretha Dinar Cahyono.

Sejalan dengan hal tersebut, latihan para siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta yang bermarkas di Gelanggang Pemuda Bung Karno kompleks Stadion Manahan pun diliburkan.

‘’Untuk sementara, anak-anak libur latihan. Jadi pagi dan sore ini tak ada latihan. Apalagi sekolah mereka juga diliburkan sebagai antisipasi corona,’’ kata Kasi Pengembangan Olahraga Dispora yang juga koordinator KKO, Sugeng Hariyadi.

13 Cabang Olahraga

Secara keseluruhan terdapat 178 siswa yang tercatat sebagai atlet pelajar dalam KKO. Mereka menekuni 13 cabang olahraga. Yakni atletik 25 anak, renang 11 anak, bulu tangkis enam anak, tenis lapangan enam anak, tenis meja delapan anak, bola voli indoor 24 anak, sepak bola 27 anak. Lalu, taekwondo 20 anak, pencak silat 13 anak, karate 10 anak, anggar sembilan anak dan judo lima anak.

Aktivitas cabang olahraga yang diampu klub maupun pengurus-pengurus cabang di kompleks Manahan pun praktis berhenti. Latihan sejumlah cabang di pusat olahraga terbesar Solo itu antara lain sepatu roda, balap sepeda, tarung derajat dan panjat tebing.

‘’Memang latihan anak-anak akan terganggu. Tetapi bagaimana lagi. Langkah yang diambil Pemkot itu kan merupakan tindakan antisipasi persebaran virus corona. Kami akan bahas dengan pengurus soal kelanjutan latihan panjat,’’ kata Ketua Harian Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta, Marjiyanto ‘’Ipunk’’ Bialangi Kasim.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun