Pembalap Semarang Jawara Seleksi PPLOP Jateng di Lereng Lawu

pembalap-semarang-jawara-seleksi-pplop-di-lereng-lawu
MEMACU SEPEDA: Sejumlah pembalap memacu sepedanya pada seleksi atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng yang digelar di jalur tanjakan lereng Gunung Lawu Karanganyar, Sabtu (16/3).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com. Pembalap sepeda Semarang, Bima Satria Nugroho menjadi jawara dalam seleksi atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng, Sabtu (14/3). Siswa SMPN 5 Semarang itu mencatatkan waktu 38 menit 24,529 detik (38:24.529) untuk menyelesaikan jarak sepanjang lebih-kurang 17 km di jalur tanjakan Gunung Lawu mulai perempatan Bejen hingga SD Gerdu 1 Karangpandang, Karanganyar.

‘’Bima jadi yang tercepat pada seleksi yang diikuti delapan pembalap. Tapi sesuai skedul, keputusan hasil seleksi baru diumumkan pada 31 Maret mendatang. Sebab masih ada beberapa tes lain,’’ kata salah seorang pelatih PPLOP Balap Sepeda Jateng, Budi Siswanto, Senin (15/3).

Seleksi melalui adu kebut tanjakan lereng Gunung Lawu di daerah Karanganyar tersebut, dipandu commissere Didik Dwijadmanto, serta dipantau pelatih pelatnas Nur Rohman. Peringkat kedua pada balapan itu digenggam pembalap SMP Nurul Islam Ngemplak Boyolali, Hersanto Arif Wicaksana (40:09.249).

Urutan ketiga ditempati Muhammad Royan Brilliant (SMPN 1 Gawanan Colomadu Karanganyar) dengan catatan waktu 40:09.675. Sedangkan posisi keempat diduduki peserta dari SMPN 14 Semarang, Muhammad Farrel Alfaridzi yang mencatatkan waktu 40:10.479.

Tes Lain di Semarang

Berdasarkan catatan panitia, urutan berikutnya masing-masing ditempati Ananda Fadhil Al Fairus (SDN 5 Tritih Kulon Cilacap), Jud Praja Athallah Supriyadi (Boyolali), serta Davarindra Eka Nugraha (SMPN 2 Colomadu Karanganyar).

Sementara seorang peserta lain, Yudhan Setiawan (Semarang) tidak mampu menyelesaikan balapan. Sekitar 15 meter menjelang finish, Yudhan terjatuh. Dia yang terlihat kehabisan tenaga, selanjutnya dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis.

‘’Empat pembalap terbaik akan masuk PPLOP pada tahun ajaran baru nanti, guna menggantikan atlet yang bakal lulus SMA,’’ ujar pelatih lain PPLOP, Agus Sadiyanto.

Sedianya, sehari setelah seleksi melalui balapan atau tepatnya Minggu (15/3), para peserta akan kembali menjalani tes fisik di kompleks Stadion Manahan. Namun mengingat Manahan sedang ditutup, sebagai antisipasi Solo menghadapi kejadian luar biasa (KLB) virus corona, maka tes fisik itu ditunda.

‘’Sesuai jadwal, berikutnya para peserta mengikuti tes kesehatan di Stadion Jatidiri Semarang pada 23 Maret, serta tes psikologi pada 24 Maret di kantor Disporapar Jateng di Semarang. Jika ada perubahan jadwal, nanti akan ada pemberitahuan,’’ tambah pelatih Budi Siswanto.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun