Perburuan Medali Emas Tim Voli SMA Solo Tertunda

perburuan-medali-emas-tim-voli-SMA-solo-tertunda
ARAHAN: Pelatih tim voli putri SMA Solo Marwoto (duduk di kursi) didampingi asisten pelatih Siwi Purno memberi arahan kepada awak timnya pada latihan di GOR Sumber, Sabtu (14/3) siang.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Pemain Diminta Tetap Jaga Kondisi Fisik

SOLO,suaramerdekasolo.com. Perburuan medali emas yang akan dilakukan tim pelajar SMA bola voli indoor Solo, tertunda. Penundaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng sebagai antisipasi penyebaran virus corona menjadi penyebabnya.

‘’Anak-anak tetap saya minta menjaga kondisi fisiknya dengan berolahraga mandiri di rumah. Jaga kesehatan agar tidak ada yang sakit. Sehingga sewaktu-waktu Popda digelar, mereka tetap siap,’’ kata pelatih tim voli putri SMA, Marwoto, Selasa (17/3).

Pelatih tim putra, Khairul Pramanto, senada. Menurut dia, para atlet pelajar dalam timnya diminta tetap menjaga kondisi fisik dan stamina masing-masing. ‘’Sebenarnya anak-anak sudah siap bertanding, hingga akhirnya ada keputusan bahwa Popda Jateng ditunda,’’ tutur Khairul.

Sedianya, pesta olahraga pelajar tingkat SMA digelar di Semarang pada Selasa-Kamis (17-19/3). Namun berdasarkan langkah-langkah antisipasi penyebaran virus corona dalam rakor Pemprov Jateng yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo, Sabtu (14/3) malam, Popda ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Tanpa Fase Kualifikasi

Tim voli putra dan putri Kota Bengawan diproyeksikan merebut medali emas pada pesta olahraga pelajar tersebut. Kedua tim tersebut tanpa mengikuti fase kualifikasi tingkat karesidenan Surakarta, akhir Februari lalu. Sebab, tim putri merupakan juara bertahan pada ajang serupa, 2019. Sementara tim putra menjadi runner up.

‘’Sebenarnya target kami mempertahankan gelar juara. Anak-anak sudah siap duel, bahkan kami telah mengatur jadwal dan kendaraan untuk pemberangkatan tim. Namun karena ditunda, ya laga untuk memburu gelar juara juga tertunda,’’ ujar Marwoto.

Apakah penundaan tersebut akan mengendurkan semangat bertanding para atlet? Dia menyatakan, sebisa mungkin tetap menjaga movitasi dan mental bertarung para anak asuhnya. Menurutnya, selain porsi fisik, mental dan strategi bertanding, selama ini latihan juga disisipi dengan pengelolaan mental pemain.

‘’Anak-anak selalu kami beri pengertian tentang kemampuan dan kesiapan untuk bertanding. Jadi mereka paham, siapa yang benar-benar siap maka dia yang akan masuk tim dan turun berlaga,’’ ungkap Marwoto.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun