Awak PPLOP Balap Sepeda Jateng Dipulangkan Sementara

awak-pplop-balap-sepeda-jateng-dipulangkan-sementara
LATIHAN BERSAMA: Para pembalap sepeda PPLOP Jateng berlatih sprint maksimal bersama sejumlah atlet remaja Solo di velodrome Manahan, pekan lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Antisipasi Corona, Diminta Latihan Mandiri

SOLO,suaramerdekasolo.com. Para atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPOP) Balap Sepeda Jateng dipulangkan sementara, sejak Selasa (17/3). Antisipasi penyebaran virus corona, membuat para pembalap pelajar yang bermarkas di kawasan Punggawan Solo itu harus kembali ke daerahnya masing-masing, hingga ada pengumuman lebih lanjut.

‘’Arahan dari Balai PPLOP Jateng, kegiatan latihan bersama dihentikan sementara. Maka para atlet dipulangkan, namun mereka tetap diminta menjaga kondisi fisik tubuhnya,’’ kata pelatih PPLOP Balap Sepeda Jateng, Agus Sadiyanto, Rabu (18/3).

Lima pembalap yang menghuni pusat pendidikan dan latihan tersebut berasal dari berbagai daerah di. Mereka adalah Shindu Ardiyanto yang berasal dari Solo, Rifyal Nurhasifa (Klaten), Muhammad Hanif (Pekalongan). Lalu, Bagus Abel Tasman (Cillacap), serta Farhan Hilal Cipta (Tegal).

‘’Beberapa sudah pulang Selasa sore, sementara lainnya pulang hari ini (Rabu-Red) karena berkait dengan angkutan umum ke daerahnya masing-masing,’’ tutur Agus.

Bekal Program Latihan

Pria yang juga Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Surakarta tersebut menambahkan, kendati untuk sementara meninggalkan markas PPLOP, namun para atlet pelajar itu diminta tetap berlatih. Dirinya telah memberikan bekal program latihan bagi para anak asuhnya, selama dipulangkan.

‘’Paling tidak, setiap hari mereka tetap bisa nge-roll atau melahap ergo di rumah masing-masing. Selain itu juga perlu jogging individual untuk tetap menjaga kebugaran tubuh,’’ ujar Agus.

Kemampuan dan kondisi fisik para atlet diharapkan tetap terjaga, sehingga saat wabah corona mereda, mereka masih dalam keadaan bugar. Dia mengakui, latihan secara individual memang kemungkinan tidak seintensif dibandingkan latihan bersama di markas PPLOP. Namun paling tidak, para pembalap remaja tersebut tetap menjalani aktivitas latihan. Jadi tidak benar-benar berhenti latihan.

‘’Saya akan selalu memantau perkembangan anak-anak melalui komunikasi seluler. Mereka juga harus memberi laporan ke pelatih mengenai pelaksanaan program latihan, serta jika ada situasi-situasi tertentu,’’ tambah Agus.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun