Tes Kondisi Maksimal Pembalap Sebelum Dipulangkan

tes-kondisi-maksimal-atlet-sebelum-dipulangkan
TES FTP: Pembalap pelatnas para cycling NPCI bergantian menjalani tes FTP dalam TC di Hotel Sahid Jaya Solo, Kamis (19/3).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Sebagai Bekal Awak Pelatnas Para Cycling

SOLO,suaramerdekasolo.com. Kondisi fisik maksimal atlet-atlet pelatnas para cycling dites, sebelum mereka yang diproyeksikan untuk menghadapi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 dipulangkan sebagai antisipasi persebaran virus corona. Tes dilakukan dalam tiga hari. Meliputi tes Function Threshold Power atau FTP yang digelar pada Kamis (19/3), tes VO2Max hari Jumat (20/3), serta tes fisik lain pada Sabtu (21/3). Seluruh pengecekan dilaksanakan di kompleks penginapan atlet di Hotel Sahid Jaya Solo.

‘’Sebenarnya selama pelatnas, tes ini dilakukan setiap dua bulan, serta dicek progres per bulannya. Namun karena mereka mau dipulangkan, kami tes kondisi fisik secara maksimal,’’ kata koordinator sekaligus pelatih pelatnas para cycling National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Fadilah Umar, Kamis (19/3).

Seluruh pembalap yang menjalani training camp (TC) di Solo sejak Mei silam, termasuk tiga atlet asal Solo Raya, mengikuti tes. Ketiga atlet itu adalah Wagiyo dari Karanganyar, Iwan Susanto (Boyolali) dan Slamet Kardiman (Sragen). Asisten pelatih Erick Suprianto, Rizan Setyo Nugroho, Wildan Alfia Nugroho, serta teknisi Diwan Fiar Pradana ikut membantu.

Baca: Antisipasi Corona, 269 Atlet Pelatnas APG Segera Dipulangkan

Simak: Awak PPLOP Balap Sepeda Jateng Dipulangkan Sementara

Patokan

Menurut Umar, kondisi para atlet kini sudah mencapai 90-95 persen. Hasil tes itu menjadi bekal bagi para atlet yang rencananya dipulangkan NPCI, akhir Maret nanti. ‘’Kalau para atlet pulang nanti, mereka harus menjaga fisiknya dengan patokan data hasil tes masing-masing. Sehingga ketika dipanggil masuk pelatnas lagi, misal Agustus mendatang, kondisinya tidak merosot,’’ jelas doktor pada Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta itu.

NPCI selaku otorita olahraga disabilitas di Indonesia akan memulangkan 269 atlet pelatnas APG, termasuk pembalap-pembalap para cycling, sebagai langkah antisipasi ancaman virus corona. Mereka disiapkan untuk bersaing pada 16 cabang olahraga.

Lebih-lebih menurut Ketua Umum NPCI Senny Marbun, Senin (16/3) lalu telah terjadi kesepakatan di antara negara-negara peserta APG, bahwa pesta olahraga disabilitas terbesar Asia Tenggara itu akan dilaksanakan 3-8 Oktober mendatang. Tentu dengan catatan, waktu itu wabah corona sudah tertangani.

Namun bagi 35 atlet dari delapan cabang yang diproyeksikan untuk Paralympic Games Tokyo 2020, tetap dipertahankan TC di Solo karena belum ada rencana menunda pesta olahraga disabilitas dunia itu.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun