Tetap Asah Performa Kendati Jogja Air Show Ditunda

tetap-asah-performa-kendat-jogja-air-show-ditunda
MELAYANG: Atlet gantole Karanganyar Susetyoko ‘’Stik’’ melayang di atas perairan waduk Gajah Mungkur dalam latihan di Wonogiri.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com. Jogja Air Show (JAS) 2020, ditunda. Tentu sebagian atlet merasa kecewa. Namun mereka menyadari, penundaan ajang persaingan cabang-cabang olahraga digantara seperti gantolle dan paralayang itu merupakan salah satu langkah mengantisipasi penyebaran virus corona.

‘’Ya, semua demi menghindari kerumunan dan kemungkinan penyebaran virus. Meski ditunda, saya dan beberapa teman akan tetap mengasah performa, tetap berlatih. Karena biasanya hanya dua-tiga orang yang berlatih bersama,’’ kata atlet gantolle asal Karanganyar, Susetyoko ‘’Stik’’, Kamis (19/3).

Hal senada diungkapkan atlet paralayang Solo, Dewanto Basuhendro. Lelaki yang akrab disapa Hendro tersebut mengaku bakal senantiasa tetap menjaga performa dalam latihan, sekaligus menjalankan beberapa urusan pekerjaannya di Bali.

‘’Saya akan terus berusaha menjaga dan meningkatkan kemampuan penguasaan terbang di Bali. Latihan tentu tetap dibutuhkan, sebab masih ada sederet agenda kejuaraan lain ke depan. Mudah-mudahan wabah corona segera tertangani,’’ tutur dia yang juga Ketua Pengkot Paralayang Surakarta tersebut.

Baca:Antisipasi Corona, 269 Atlet Pelatnas APG Segera Dipulangkan

Simak:Awak PPLOP Balap Sepeda Jateng Dipulangkan Sementara

Hadapi PON

Ajang tahunan JAS semula direncanakan diselenggarakan selama tiga hari, pada Jumat-Minggu (20-22/3). Sebagaimana event serupa tahun-tahun lalu, kejuaraan yang memperebutkan Piala Kasau tersebut bertempat di kawasan pantai Parangtritis dan Depok, Bantul, DI Yogyakarta.

Surat penundaan JAS 2020 diterbitkan Sabtu (14/3) lalu. Surat yang ditandatangani ketua panitia pelaksana, Feri Yunaldi tersebut tidak menyebut jadwal baru. Hanya menyebut penundaan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

‘’Fokus utama kami, sebenarnya untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. Namun event-event seperti JAS, tetap dibutuhkan sebagai ajang mengukur kemampuan diri atau try out,’’ ujar Stik.

Para atlet gantolle dari wilayah eks Karesidenan Surakarta sering berlatih di kawasan waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Selain Stik, beberapa atlet lain yang turut mengasah diri biasanya Sulis Widodo (Solo), Supardi (Karanganyar) dan Isah Iriawan (Klaten). Mereka melakukan start terbang dari bukit Joglo, kemudian mendarat di lapangan objek wisata Gajah Mungkur.

Sejumlah atlet paralayang juga terkadang berlatih di Wonogiri. Namun mereka lebih banyak mengasah diri di venue kawasan bukit Kemuning yang masuk wilayah Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.(Setyo Wiyono)

Baca juga:Perburuan Medali Emas Tim Voli SMA Solo Tertunda

Simak juga:Perburuan Medali Emas Tim Voli SMA Solo Tertunda

Editor:Budi Sarmun