Pembalap Solo Batal Memburu Medali ke Banjarnegara dan Semarang

pembalap-solo-batal-memburu-medali-ke-banjarnegara-dan-semarang
ASAH KEMAMPUAN: Sejumlah pembalap muda Solo bersama beberapa atlet lain mengasah kemampuan dalam latihan di velodrome Manahan, pekan lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com. Sejumlah pembalap sepeda muda Solo gagal memenuhi ambisinya memburu medali pada April nanti. Dua kejuaraan yang sebelumnya dirancang untuk perburuan podium tersebut adalah Lomba Customs Cycling Indonesia (CCI) Series dan Tugu Muda Race. Namun keduanya ditunda karena virus corona.

‘’Lomba CCI semula direncanakan digelar di Banjarnegara pada 3-4 April mendatang. Lalu sepekan berikutnya, tepatnya 12 April, lomba Tugu Muda Race di Semarang. Tapi perburuan medali urung dilakukan karena kedua event itu ditunda,’’ kata Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Surakarta, Agus Sadiyanto, Sabtu (21/3).

Menurut dia, kedua ajang tersebut sebenarnya merupakan event rutin yang diikuti para pembalap Kota Bengawan. Sebab, kejuaraan-kejuaraan itu diikuti banyak pembalap dari berbagai daerah. Bahkan CCI Series sering diikuti pula para pembalap negara tetangga, terutama dari Malaysia. Karena itu, persaingan biasanya berlangsung sangat ketat.

‘’Justru karena persaingan ketat tersebut, maka sekaligus dapat digunakan untuk mengukur kemampuan para atlet muda Solo. Motivasi mereka sebenarnya sedang mengapung. Tapi ya mau bagaimana lagi,’’ ujar dia.

Kendurkan Tensi

Beberapa pembalap Kota Bengawan yang rencananya diturunkan dalam dua kejuaraan tersebut di antara Shindu Ardiyanto, Andriyan ‘’Dayat’’ Hidayat, serta atlet putri Annisa Destein Cindy Qiawati. Mereka bisa berlatih di jalur-jalur tanjakan lereng Gunung Lawu di wilayah Karanganyar.

Selain itu latihan memacu sprint maksimal tanpa hambatan di velodrome Manahan, berdasarkan program yang disusun Agus Sadiyanto yang juga pelatih balap sepeda Solo. ‘’Karena dua event tersebut ditunda, bahkan mungkin beberapa kejuaraan lain ke depan, maka anak-anak sekarang mengendurkan tensi latihan,’’ tutur Agus.

Kendati demikian, para pembalap tetap melakukan latihan demi menjaga kondisi fisik dan kesehatan mereka. Bagi Dayat yang baru saja meraih peringkat empat dan Cindy di urutan tujuh pada ajang Bromo KoM Challenge di Jatim, pekan lalu, kondisi tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk recovery.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun