Sirkuit Ditunda, Pemanjat Solo Berlatih Mandiri

sirkuit-ditunda-pemanjat-solo-berlatih-mandiri
SEBELUM DITUTUP: Sejumlah pemanjat pemula Solo berlatih di papan panjat kompleks Stadion Manahan, pekan lalu, sebelum kawasan itu ditutup sebagai antisipasi penyebaran virus corona.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Sirkuit Ditunda, Pemanjat Solo Berlatih Mandiri

SOLO,suaramerdekasolo.com. Sirkuit panjat tebing Solo Raya yang sedianya digelar di Karanganyar, 27-29 Maret mendatang, ditunda. Sama seperti event-event lainnya, lomba yang diperuntukkan bagi atlet-atlet pemula tersebut diundur hingga waktu belum ditentukan, sebagai antisipasi penyebaran virus corona.

‘’Kami sudah mendapat pemberitahuan penundaan sirkuit itu. Panitia memutuskan menunda, setelah berkoordinasi dengan Pemkab, KONI dan jajaran terkait di Karanganyar,’’ ungkap Ketua Harian Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta, Marjiyanto ‘’Ipunk’’ Bialangi Kasim, Sabtu (21/3).

Pengumuman penundaan tersebut praktis membuat para pemanjat pemula Kota Bengawan pun batal berlomba. Padahal mereka telah jauh hari bersiap untuk merasakan suasana
kompetisi, terutama bagi sejumlah pemanjat usia TK, SD, SMP dan SMA, yang baru berlatih di wall kompleks Stadion Manahan, selama lima bulan terakhir.

‘’Ya, mau bagaimana lagi. Langkah menunda sirkuit memang lebih baik, guna menghindari ancaman corona. Lebih-lebih telah muncul berbagai edaran yang meminta masyarakat untuk menghindari kerumunan,’’ tutur Ipunk.

Libur Latihan Bersama

Ketua klub panjat tebing Solo Adventum, Teddy Saba pun menyatakan puluhan bibit-bibit pemanjat usia dini yang ditempanya, terpaksa harus libur latihan bersama. Klub yang berada di bawah naungan Pengkot FPTI Surakarta itu menuruti ketentuan Pemkot Surakarta, begitu Wali Kota FX Hadi Rudyatmo menyatakan Solo dalam status kejadian luar biasa (KLB) corona, Jumat (13/3) malam.

‘’Kompleks Stadion Manahan ditutup. Beberapa kampus yang memiliki fasilitas papan panjat juga menghindari kegiatan yang bersifat kerumunan dan tatap muka. Maka para siswa sementara latihan sendiri di rumah masing-masing,’’ jelas Teddy.

Atlet senior yang sering turut melatih para pemanjat pemula di Solo Adventum, Sutrisno pun berencana memberikan program-program latihan mandiri bagi para siswa yang sebagian besar usia sekolah SD dan SMP tersebut.

‘’Saya akan membuat program latihan sederhana yang bisa dilakukan para siswa di rumah, demi tetap menjaga kebugaran tubuh. Mungkin juga disertai rekaman video pendek, sehingga mudah untuk ditiru. Nanti dikirim lewat grup whatshapp,’’ ujar Sutrisno.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun