Jaga Kebugaran, Perenang Pelatnas NPCI Main Futsal

jaga-kebugaran-perenang-pelatnas-npci-main-futsal
MAIN FUTSAL: Sejumlah perenang pelatnas proyeksi APG Filipina 2020, bermain futsal di kompleks Hotel Lorin Solo demi menjaga kebugaran fisik, pekan lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Menunggu Pemulangan dari TC di Solo

SOLO,suaramerdekasolo.com. Jajaran National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) tidak memperkenankan para atlet pelatnas proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020, meninggalkan kompleks penginapan demi pencegahan virus corona.

Kendati demikian, para atlet yang menjalani training camp (TC) di Solo sejak Mei silam itu, diminta tetap menjaga kesehatan dan kebugaran fisiknya dengan latihan seputar penginapan. Salah seorang pelatih renang pelatnas, Bhima Kautsar menyebut tak ada lagi latihan dengan program serius dalam situasi penuh keterbatasan gerak tersebut.

‘’Semua tetap bergerak, berolahraga. Tapi tak ada program serius, karena situasi tak memungkinkan. Sebagian atlet dan pelatih renang bahkan mengisinya dengan bermain futsal di lingkungan hotel tempat menginap,’’ kata Bhima, Senin (23/3).

Dia mengungkapkan, futsal di lapangan tenis Hotel Lorin tersebut mereka lakukan sejak Kamis (19/3). Pada hari-hari berikutnya, para atlet renang yang berasal dari berbagai daerah di Tanah Air itu pun melakukan kegiatan sama. Jumlah pesertanya berkisar 20- 25 atlet dan pelatih, bergantian.

Baca:Klub Voli Vita Solo Liburkan Ratusan Anak Didiknya

Baca juga:Antisipasi Corona, 269 Atlet Pelatnas APG Segera Dipulangkan

Siasati Kejenuhan

Atlet yang masuk dalam pelatnas renang NPCI sejumlah 45 orang. Kendati demikian, tidak seluruh perenang turut bermain, karena sebagian atlet difabel tersebut tidak bisa berlari. Mereka yang tidak ikut, tetap berolahraga, melakukan pemanasan atau berenang di kolam renang hotel tersebut.

‘’Selain untuk tetap menjaga kebugaran, futsal bersama guna menyiasati kejenuhan para atlet. Sebab mereka masih menunggu pemulangan yang infonya dilakukan bertahap, mungkin mulai pekan ini. Tim renang juga main gembira lawan tim pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) ,’’ ujar lelaki alunmus Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta itu.

Bhima yang biasa mendampingi pelatih kepala pelatnas renang NPCI, Dimin tersebut menuturkan, setelah dipulangkan ke daerah masing-masing, seluruh atlet diminta tetap melakukan latihan demi menjaga performa. Pihaknya tidak menginginkan, jika wabah corona telah tertangani dan para atlet dipanggil lagi untuk masuk pelatnas nanti, kondisi fisik mereka merosot tajam.

‘’Maka para atlet harus tetap berlatih mandiri saat nanti dipulangkan. Penurunan fisik pasti terjadi, tapi kami tidak ingin kondisi mereka merosot tajam,’’ tandas Bhima.(Setyo Wiyono)

Simak: Tes Kondisi Maksimal Pembalap Sebelum Dipulangkan

Simak juga:Tetap Asah Performa Kendati Jogja Air Show Ditunda

Editor:Budi Sarmun