Performa Harian Siswa KKO Diperkirakan Menurun

performa-harian-atlet-KKO-diperkirakan-menurun
LENGANG: Markas siswa KKO SMPN 1 Surakarta di Gelanggang Pemuda Bung Karno kompleks Manahan, sangat lengang karena para atlet pelajar itu diliburkan sebagai pencegahan virus corona.(suaramerdekasolo.com/dok KKO)

*Latihan Individual Guna Hindari Virus Corona

SOLO,suaramerdekasolo.com. Performa harian para siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta diperkirakan menurun, sejak mereka diliburkan guna menghindari penyebaran virus corona. Latihan individual yang diterapkan bagi ratusan atlet pelajar tersebut diperhitungkan tidak bisa berlangsung optimal.

‘’Tetap ada pengaruh terhadap performa harian anak-anak, karena intensitas latihan mereka juga berkurang. Tapi mau bagaimana lagi, karena kerumunan tidak diperbolehkan sebagai antisipasi penyebaran virus corona,’’ kata Kasi Pengembangan Olahraga pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Surakarta yang mengkoordinasikan KKO, Sugeng Hariyadi, Kamis (26/3).

Para siswa KKO yang bermarkas di Gelanggang Pemuda Bung Karno kompleks Stadion Manahan, diliburkan setelah Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyatakan Solo berstatus kejadian luar biasa (KLB) corona, 13 Maret lalu. Jumlah keseluruhan atlet pelajar tersebut 178 orang yang terbagi pada 13 cabang olahraga.

‘’Mereka diminta berlatih secara individual di rumah masing-masing, sesuai program latihan yang diberikan para pelatihnya. Lalu pelaksanaan program dilaporkan lewat video ke whatshapp (WA) masing-masing pelatih,’’ tutur Sugeng.

BERKUMPUL: Para siswa KKO SMPN 1 Surakarta berkumpul untuk mengikuti briefing di markasnya Gelanggang Pemuda Bung Karno kompleks Manahan, sebelum Solo dinyatakan KLB corona.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Tak Bisa Intensif

Pelatih tim karate KKO SMPN 1 Surakarta, Agus Muzamil membenarkan, pola pemberian program latihan dan pelaporan dari atlet, melalui jaringan WA. Kendati demikian dia mengakui, latihan individual di rumah tidak bisa berlangsung efektif.

‘’Sepuluh atlet pelajar karate di KKO, melaporkan kegiatan-kegiatan latihan keseharian mereka. Tetapi pelaksanaannya tentu tidak bisa intensif dan efektif seperti ketika latihan bersama dengan tatap muka,’’ ujar Agus.

Sugeng Hariyadi menambahkan, jadwal latihan rutin sebelum terjadi pandemi corona, para atlet pelajar itu berlatih dua kali setiap hari. Yakni pagi hari sebelum mereka berangkat sekolah, serta sore sepulang sekolah. Namun jadwal reguler tersebut kini tak mungkin dilaksanakan.

‘’Kalau berlatih sesuai jadwal reguler, didampingi langsung pelatih, misal ada gerakan-gerakan atlet yang salah atlet bisa langsung dikoreksi. Tapi pemantauan via online, tentu koreksinya tak semudah seperti itu. Yang penting, harapan kami anak-anak tetap sehat dan kondisinya tak merosot drastis,’’ kata Sugeng.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun