Tetap ‘’Ngeroll’’ dan Jogging Demi Jaga Performa

tetap-ngeroll-dan-jogging-demi-jaga-performa
LATIHAN: Enam atlet pelatnas para triathlon mendapat penjelasan pelatih sebelum melakukan latihan di kompleks Stadion Manahan Solo, sebelum terjadi wabah corona, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Awak Para Triathlon Dipulangkan Bertahap

SOLO,suaramerdekasolo.com. Awak pelatnas para triathlon yang diproyeksikan menghadapi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020, mulai dipulangkan sebagai antisipasi penularan virus corona. Dua dari enam atlet pelatnas yang dikelola National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) itu, Salimin diplot untuk kelas wheelchair (PTWC1) dan Mistiyah (PTS3), telah meninggalkan lokasi training camp (TC) di Solo, Kamis (26/3).

‘’Salimin pulang ke Muna, Sulawesi Tenggara. Sedangkan Mistiyah balik ke Purworejo. Empat atlet masih tinggal di penginapan, sekaligus untuk menyelesaikan urusan administratifnya lebih dulu,’’ kata pelatih sekaligus koordinator tim pelatnas para triathlon, Joko Sulistyono, Jumat (27/3).

Ke empat atlet yang masih bertahan di markasnya, D’wangsa kompleks Hotel Lorin yakni Achmad Zein klasifikasi PTS4 (dari Salatiga), Ahmad ‘’Cimex’’ Saidah (PTWC2/Klaten), Ratifah Apriyanti (PTS3/Boyolali) dan Muchlis Londong (PTS3/Makassar).

‘’Muchlis rencananya pulang ke Makassar pada Selasa (31/3) mendatang. Kalau tiga lainnya kan jarak rumahnya tak jauh dari Solo,’’ tambah Joko.

Jalankan Program

NPCI memulangkan 269 atlet pelatnas yang disiapkan guna menghadapi APG Filipina 2020, termauk enam atlet para triathlon, atas pertimbangan antisipasi corona. Selama menunggu pemulangan secara bertahap, para atlet tetap diminta berlatih di lingkungan penginapan masing-masing.

‘’Kami tetap menjalankan program ‘ngeroll’ untuk kemampuan bersepeda, jogging untuk lomba lari dan renang di kompleks hotel. Meski tidak maksimal, tetapi kami tetap menjalankan program yang diberikan pelatih,’’ tutur Achmad Zein, atlet asal Salatiga.

Materi latihan tersebut juga akan tetap dijalankan, setelah para atlet pulang dari Solo. Menurut Joko Sulistyono, empat atlet yang tidak menggunakan kursi roda, meski tetap menjaga diri dengan berlatih tiga nomor triathlon. Pada lomba resmi, tiga nomor yang menjadi arena persaingan itu secara berturutan adalah renang 750 meter, dilanjutkan balap sepeda 20 km, serta diakhiri dengan lari lima kilometer.

‘’Bagi atlet yang menggunakan kursi roda, latihan di rumah lebih difokuskan pada renang. Sebab mereka tidak punya peralatan handbike (sepeda tangan) dan kursi roda untuk balap,’’ tutur Joko.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun