Kembali Latihan dengan Tim Kampung

kembali-latihan-dengan-tim-kampung
Adi Joko Saputra (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SEJUMLAH pemain tim pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 menyatakan akan tetap berlatih setelah pulang dari training camp (TC) di Solo. Mereka dipulangkan demi antisipasi terjangkit Covid-19.

‘’Saya tetap menjaga kondisi fisik dan kebugaran tubuh. Joging dan latihan fisik lain di rumah. Saya juga akan kembali gabung dalam sepak bola kampung, jika saat ini masih tetap ada latihan pada situasi sekarang,’’ kata awak tim pelatnas sepak bola CP asal Solo, Adi Joko Saputra, Minggu (29/3).

Atlet yang tinggal di kawasan Jebres tersebut mengungkapkan, sejak dulu dirinya sering turut bergabung main sepak bola di lapangan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof Dr Soeharso di kawasan Kandangsapi, Jebres.

Namun rutinitas tersebut berhenti, ketika dirinya lolos seleksi yang digelar National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Sebagai persiapan menghadapi APG Filipina 2020, maka Adi bersama 12 pemain lain masuk TC pelatnas sepak bola CP di Kota Bengawan.

Alternatif Berlatih

Adi Joko Saputra saat berlatih di pelatnas sepak bola CP.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Karena itu, pemain belakang tersebut telah punya alternatif tempat berlatih setelah dipulangkan dari pelatnas. ‘’Biasanya latihan di lapangan itu, dua kali sepekan. Tapi kalau nanti tidak ada yang latihan, ya saya bisa berlatih fisik sendiri di lapangan itu. Yang penting, jaga kondisi agar fisik tidak benar-benar merosot,’’ ujar Adi.

Dia telah beberapa kali memperkuat tim NPCI dalam kejuaraan internasional. Selain turut merebut medali emas pada APG Malaysia 2017, defender tersebut juga turut memperkuat tim Merah-Putih menjuarai single event sepak bola CP di Singapura 2018.

Selain Adi, terdapat dua awak lain pelatnas sepak bola CP yang berasal dari Solo Raya. Yakni Sugiyatno dari Sragen dan Timin asal Wonogiri. Keduanya juga menyatakan bakal menjaga kondisi fisik dalam latihan mandiri, sehingga tidak benar-benar drop saat ada pemanggilan pelatnas lagi.

‘’Memang kami telah memberikan program untuk anak-anak guna menjaga fisik, selama sepulang dari pelatnas NPCI. Kami akan terus melakukan komunikasi untuk memantau mereka,’’ kata pelatih tim sepak bola CP NPCI, Anshar Ahmad.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun