Gantolle Jateng Tingkatkan Kemampuan Bersaing Spot Landing

gantolle-jateng-tingkatkan-kemampuan-bersaing-spot landing
LEPAS START: Atlet gantolle Jateng asal Karanganyar, Susetyoko ‘’Stik’’ bersiap lepas start terbang pada Kejurnas Ketepatan Mendarat Seri 1 di Padang Pariaman, Sumbar, pekan pertama Maret lalu.(suaramerdekasolo.com/dok)

*Rangkaian Persiapan Menghadapi PON Papua

SOLO,suaramerdekasolo.com. Atlet-atlet gantolle Jateng yang berasal dari wilayah Solo Raya meningkatkan kemampuan bersaingnya. Mereka tak hanya mempertajam performa pada nomor lintas alam (cross country atau sering juga disebut sebagai XC), baik terbuka maupun terbatas, namun juga membekali diri dalam persaingan untuk nomor ketepatan mendarat atau spot landing.

‘’Maka meski pada bulan Januari-Februari lalu cuaca di Wonogiri tidak terlalu bagus, sepanjang memungkinkan kami tetap berlatih untuk mengasah feeling ketepatan pendaratan,’’ kata atlet asal Karanganyar, Susetyoko ‘’Stik’’, Senin (30/3).

Pria yang juga Ketua Pengprov Gantolle Jateng tersebut mengungkapkan, latihan bersama dalam rangkaian persiapan menghadapi PON Papua 2020 itu, juga beberapa kali pernah dilakukan di kawasan pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta.

Biasanya, dirinya berlatih bersama sejumlah atlet lain dalam koordinasi pelatih Oke Adrianto. Di antaranya atlet Karanganyar Supardi, atlet Solo Sulis Widodo, serta atlet Klaten Isah Iriawan. Meski tidak cukup lama, namun setiap ada kesempatan dimanfaatkan guna menempa kemampuan terbang sekaligus mempertajam target pendaratan.

Padang Pariaman

Upaya tersebut menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Memang, mereka urung memburu medali pada ajang rutin tahunan olahraga dirgantara Jogja Air Show (JAS) yang sedianya digelar 20-22 Maret, namun ditunda akibat wabah corona.

Kendati demikian, beberapa waktu sebelumnya atlet Solo Sulis Widodo telah menunjukkan aksinya menyabet gelar juara spot landing pada Kejurnas Ketepatan Mendarat Gantolle Seri 1 Bupati Cup di Padang Pariaman, Sumatera Barat, 6-8 Maret lalu. Sulis menjadi jawara spot landing kelas A pada ajang yang digelar dari puncak Gunung Hanter tersebut, sementara Stik menempati peringkat empat kelas yang sama.

‘’Selama ini atlet-atlet dari Jawa Barat yang menjadi kampiun di arena spot landing. Maka, saya dan teman-teman berusaha keras untuk menerobos ke papan atas pada persaingan di nomor tersebut,’’ ujar Stik.

Menurut dia, para atlet Jateng biasanya lebih kompetitif untuk nomor XC. Di nomor tersebut, selain awak tim Jabar, persaingan juga diisi beberapa atlet lain seperti dari DKI Jakarta, Sumatera Barat dan Jawa Timur.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun