Taekwondo Tetap Tempa Fisik Demi Jaga Performa

taekwondo-tetap-tempa-fisik-demi-jaga-performa
BERLATIH FISIK: Sejumlah taekwondoin siswa KKO SMPN 1 Surakarta berlatih penjagaan kemampuan fisik di lingkar luar kompleks Manahan, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/dok)

*Jogging Menjadi Menu Wajib Latihan

SOLO,suaramerdekasolo.com. Penjagaan kondisi fisik taekwondoin pelajar Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta tetap dipantau, kendati latihan rutin berskala besar diliburkan demi mencegah penyebaran virus corona. Mereka pun tetap ditempa fisiknya, demi menjaga performa.

‘’Tiga kali sepekan, usai Subuh, anak-anak tetap menjalani latihan fisik. Namun waktunya singkat, sekitar satu jam setiap pertemuan dengan jarak renggang antarsiswa. Itu pun saya selalu minta mereka jaga kebersihan, serta segera mandi begitu pulang ke rumah,’’ kata pelatih taekwondo KKO, Ali Shollikin, Rabu (8/4).

Para atlet pelajar yang turut berlatih di lingkungan luar kawasan Manahan itu pun tidak seluruhnya. Menurut dia, biasanya sekitar separuh dari 20 taekwondoin KKO yang turut dalam latihan pagi tersebut. Latihan dilakukan pagi-pagi guna menghindari kemungkinan bertemunya dengan sejumlah anggota masyarakat yang masih tetap berolahraga di jalan luar kompleks Manahan.

‘’Jadi memang kami terapkan physical distancing terhadap anak-anak dalam latihan. Konsentrasinya menjaga performa fisik mereka,’’ jelas Ali.

Tanpa Materi Teknik

Dia mengungkapkan, jogging dua kali memutari lingkar luar kompleks Manahan tersebut menjadi menu wajib bagi para atletnya. Selanjutnya mereka juga diberi materi pemeliharaan kelincahan dan kekuatan anggota tubuh, serta menjaga koordinasi gerak kaki.

‘’Tapi tidak ada materi teknik yang diberikan, apalagi strategi bertanding. Sebab waktu latihan sangat kami batasi, serta dikonsentrasikan pada penjagaan kebugaran fisik,’’ tandasnya.

Di luar latihan tersebut, program latihan individual tetap diberikan bagi para atlet untuk dilakukan di rumah masing-masing. Menurut Ali, sebagian atletnya tersebut telah lolos fase kualifikasi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) lingkup eks Karesidenan Surakarta yang diselenggarakan akhir Januari lalu. Mereka yang lolos semestinya melaju ke skala Jateng awalnya dijadwalkan pada Mei mendatang untuk jenjang SMP.

Namun wabah corona membuat Pemprov Jateng menunda pelaksanan Popda yang dipusatkan di Semarang, mulai jenjang SD, SMP hingga SMA. Penundaan itu pun belum ditentukan hingga kapan bakal dilaksanakan.

‘’Maka, kondisi fisik anak-anak tetap kami tempa. Harapannya, performa mereka tidak merosot tajam,’’ ujar Ali.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun