Lereng Gunung Jadi Arena Berlatih Para Cycling

lereng-gunung-jadi-arena-berlatih-para-cycling
LATIHAN INDIVIDUAL: Pembalap pelatnas para cycling asal Boyolali, Iwan Susanto melaju turun dari tanjakan Irung Petruk di Cepogo dalam latihan individual, Jumat (10/4).(suaramerdekasolo.com/dok)

*Program Individual Atlet Pelatnas APG

SOLO,suaramerdekasolo.com. Jalur-jalur pada lereng Gunung Lawu dan Merapi menjadi arena berlatih individual atlet pelatnas para cycling National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang saat ini dipulangkan guna mengantisipasi tertularnya virus corona. Pembalap difabel asal Karanganyar, Wagiyo dan atlet Boyolali Iwan Susanto memanfaatkan rute-rute tanjakan tersebut untuk tetap menjaga performa dirinya.

‘’Pagi tadi saya berlatih menuju tanjakan Irung Petruk di kawasan Cepogo (lereng Merapi-red). Begitu sampai tujuan, lalu segera pulang. Apalagi terjadi erupsi Merapi, sekitar pukul 09.00,’’ kata Iwan, Jumat (10/4).

Tak hanya jalur-jalur di lereng Merapi-Merbabu. Atlet yang masuk dalam klasifikasi disabilitas C4 tersebut terkadang berlatih di rute rolling ke arah Simo, lanjut ke Gunung Madu. Dia menyebut program latihan itu dijalaninya setiap hari.

‘’Terkadang bersama teman, beberapa anggota komunitas sepeda di Boyolali. Tapi kami selalu saling menjaga jarak, demi mengantisipasi kemungkinan penyebaran corona,’’ ujar dia.

Individual Time Trial

Foto : Wagiyo (suaramerdekasolo.com/dok)

Program latihan individual juga dijalankan Wagiyo. Warga Tasikmadu terebut sering memanfaatkan jalur-jalur jalan raya di lereng Gunung Lawu untuk mengasah kemampuan, sekaligus menjaga kondisi fisiknya.

‘’Kamis (9/4) pagi, saya berlatih di jalur Karanganyar-Matesih-Terminal Karangpandan. Di sebagian ruas, saya gunakan untuk latihan individual time trial (ITT) dengan rentang jarak 15-20 km. Saya dan rekan-rekan lainnya tetap komunikasi dan menjalankan program dari jajaran pelatih para cycling yang dipimpin Pak Fadilah Umar,’’ ungkapnya.

Sama halnya dengan Iwan, Wagiyo juga berlatih rutin. Program mengasah kecepatan di jalan raya dia laksanakan paling tidak empat kali dalam sepekan. Atlet yang pernah menyabet sederet medali dari arena atletik Asia Tenggara itu pun menaati anjuran menjaga kebersihan serta physical distancing selama latihan individual.

Wagiyo, Iwan, serta sejumlah pembalap pelatnas para cycling semula menjalani training camp (TC) untuk menghadapi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020, sejak Mei 2019. Namun karena terjadi wabah corona, serta agenda APG beberapa kali ditunda, maka pengurus pusat NPCI memutuskan untuk memulangkan mereka, hingga ada pengumuman lebih lanjut, terutama setelah corona mereda.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun