Gantolle Temukan Venue Baru di Klaten-Gunungkidul

gantolle-temukan-venue-baru-di-Klaten-Gunungkidul
TERBANG: Seorang atlet gantolle dari Solo Raya terbang saat menjajal lokasi baru untuk venue di kawasan perbatasan Klaten dan Gunungkidul, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/dok)

*Hentikan Terbang Gara-gara Corona

SOLO,suaramerdekasolo.com. Setelah menggenjot latihan di berbagai lokasi, atlet-atlet gantolle Jateng yang berasal dari Solo dan sekitarnya menghentikan aktivitas terbang. Kendati kegiatan olahraga dirgantara yang mereka lakukan tidak menimbulkan kerumunan, tetapi tiga-empat atlet yang biasa berlatih bersama telah menutup layangannya, akhir Maret lalu.

‘’Sebenarnya kami ingin menindaklanjuti adanya venue baru yang bisa digunakan untuk terbang di perbatasan Klaten dan Gunungkidul. Tapi rencana proses itu harus kami tunda, demi antisipasi penyebaran corona,’’ kata atlet gantolle Karanganyar, Susetyoko ‘’Stik’’, Senin (13/4).

Venue baru tersebut berada di daerah perbatasan. Menurut Stik yang juga Ketua Pengprov Gantolle Jateng, bukit untuk launching ramp atau tempat peluncuran terbang yang berketinggian sekitar 30 meter di atas permukaan laut (dpl) masuk wilayah Gunungkidul, DKY. Namun area landing atau pendaratan berada di wilayah Klaten.

‘’Saya lupa nama daerahnya. Tapi kami sudah pernah sekali mencoba terbang di venue tersebut. Aman untuk terbang, tinggal memperbaiki sebagian akses dan pendukungnya,’’ jelas dia.

Spot Landing dan XC

Stik mengungkapkan, proses perizinan penggunaan area tersebut sedianya segera dilakukan dengan mengajukan permohonan ke berbagai pihak terkait. Tapi wabah corona yang tak kunjung mereda membuat rencana tersebut harus ditunda.

‘’Kalau ketinggian launching ramp, kecenderungan arah angin dan landing area, relatif baik. Tempat itu bagus untuk latihan spot landing atau ketepatan mendarat, namun juga bisa digunakan untuk cross country (XC) atau lintas alam,’’ tuturnya.

Rencananya, begitu pandemi corona reda, pihaknya segera menempuh berbagai proses izin penggunaan lokasi tersebut. Selama tidak berlatih terbang, para atlet Solo Raya itu tetap menjaga kondisi fisik dengan program-program individual.

Selain Stik, sejumlah atlet lain gantolle yang biasa berlatih bersama yakni Sulis Widodo (Solo), Supardi (Karanganyar) dan Isah Iriawan (Klaten). Mereka selalu mendiskusikan program latihan dan evaluasi dengan pelatih Oke Adrianto.

‘’Selama tidak terbang, kami menjaga kondisi dengan jogging, bersepeda dan senam untuk kebugaran tubuh,’’ ujar Stik.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun