Atlet Sepatu Roda Giatkan Jogging dan Bersepeda

atlet-sepatu-roda-giatkan-joging-dan-bersepeda
LATIHAN: Sejumlah anak mengasah kemampuan dalam latihan sepatu roda di selasar velodrome Manahan, sebelum Solo dinyatakan KLB corona.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Jaga Kondisi Fisik Selama Corona

SOLO,suaramerdekasolo.com. Atlet-atlet sepatu roda Solo, mulai pemula hingga senior, menggiatkan joging dan bersepeda demi menjaga kondisi fisiknya. Sejak Solo dinyatakan berstatus kejadian luar biasa (KLB) corona, 13 Maret lalu, tempat latihan di selasar velodrome kompleks Manahan ditutup.

‘’Yah, praktis para atlet hanya latihan individual di rumah masing-masing. Programnya rata-rata jaga kondisi fisik, seperti joging dan bersepeda. Mau bagaimana lagi, demi keselamatan bersama,’’ kata Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengkot Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Surakarta, Herman Budiono, Jumat (17/4).

Padahal, potensi para atlet sepatu roda di Kota Bengawan sebenarnya cukup besar. Menurut Ketua Pengkot Porserosi Riyanto, lima klub sepatu roda melakukan pembinaan mulai anak-anak usia SD di Solo. Klub-klub tersebut memiliki jadwal latihan bagi para awak didiknya di velodrome Manahan, arena balap sepeda yang sebagian waktunya dibagi untuk latihan sepatu roda. Selain itu terdapat jadwal khusus untuk latihan bersama para anggota klub-klub itu.

Sekitar Seratus Anak

Klub-klub sepatu roda di Kota Bengawan adalah Rogliss, Boskresero, Viper, PSSC dan Fighter. Jumlah keseluruhan anak didik dari lima klub tersebut sekitar 100 anak. ‘’Nah, demi antisipasi kemungkinan penyebaran virus corona, maka semua menuruti instruksi pemerintah untuk tidak berkerumun dulu. Jadi untuk sementara, bibit-bibit dan para atlet juga diminta latihan individual di rumah,’’ jelas Riyanto.

Herman menambahkan, sebelum KLB corona, sebenarnya telah digelar seleksi yang menjaring sepuluh atlet usia sekolah dasar sebagai persiapan menghadapi ekshibisi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng. Para peserta seleksi juga berasal dari seluruh klub di Kota Bengawan.

‘’Mereka telah menjalani latihan bersama tim Solo. Namun setelah status KLB, lalu Pemprov Jateng menyatakan menunda Popda, maka latihan langsung dihentikan. Hingga kini, mereka tetap berlatih individual demi menjaga fisik, sehingga kondisinya tak merosot jika sewaktu-waktu dibutuhkan,’’ tutur Herman.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun