Pacu Kursi Roda di Roll, Kesulitan Latihan Renang

pacu-kursi-roda-di-roll-kesulitan-latihan-renang
LATIHAN: Enam atlet para triathlon National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) bersiap latihan bareng di kompleks Stadion Manahan ketika masih TC pelatnas Solo, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Atlet Pelatnas Para Triathlon NPCI

SOLO,suaramerdekasolo.com. Menggenjot sepeda atau kursi roda secara statis menggunakan peralatan roll atau nge-roll di rumah menjadi salah satu program yang dijalankan sejumlah atlet para triathlon yang diproyeksikan menghadapi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020.

Latihan individual tetap diterapkan, setelah National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) atas persetujuan Kemenpora memulangkan enam atlet pelatnas yang sejak Mei 2019 dipusatkan di Solo. Dua ratus enam puluh sembilan atlet, termasuk cabang triathlon itu, dipulangkan akhir Maret lalu, demi mengantisipasi penularan virus corona.

‘’Sesuai instruksi pengurus NPCI dan pelatih, saya tetap latihan individual. Namun mengingat wabah belum terkendali, saya lebih sering nge-roll kursi roda balap di rumah,’’ kata atlet pelatnas para triathlon, Ahmad ‘’Cimex’’ Saidah, Kamis (23/4).

Atlet yang tinggal di daerah Baki, Sukoharjo itu mengungkapkan, dirinya kesulitan untuk berlatih balap sepeda dan renang. Sebab, dia tidak punya sepeda tangan atau handbike. ‘’Saya juga tidak bisa latihan renang, sebab tidak ada kolam renang buka saat ini,’’ ujar Cimex yang masuk klasifikasi disabilitas PTWC2.

Tanjakan Kopeng

Ahmad ”Cimex” Saidah latihan ngeroll kursi roda di rumahnya. (suaramerdekasolo.com/dok pribadi)

Kesulitan latihan renang juga diungkapkan atlet para triathlon dari Salatiga, Achmad Zein. Atlet kelas PTS3 itu mengaku bisa menempa diri untuk cabang sepeda dan joging. Latihan sepeda dia lakukan ke tanjakan arah Kopeng atau jalur ke arah Semarang.

‘’Tapi untuk renang, saya juga kesulitan. Karena tak ada kolam renang yang buka di Salatiga. Justru dua rekan pelatnas, Muchlis Londong (Makassar) dan Salimin (Muna, Sultra) latihan renangnya terus jalan, karena mereka berenang di laut,’’ tutur Zein.

Para triathlon menggelar persaingan tiga cabang secara beruntun. Diawali renang sepanjang 750 meter, dilanjutkan balap sepeda 20 km, serta diakhiri lari lima kilometer. Dua atlet lain pelatnas cabang itu adalah Mistiyah (PTS3/Purworejo) dan Ratifah Apriyanti (PTS3/Boyolali).

‘’Kami terus pantau seluruh atlet. Pelatih memberi program latihan, meski intensitasnya menurun. Sementara atlet melaporkan pengerjaan programnya di rumah masing-masing,’’ kata manajer para triatlon pelatnas NPCI, Joko Sulistyono.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun