Satu Bola Per Orang, Bekal Latihan Individual Voli Duduk

satu-bola-per-orang-bekal-latihan-individual-voli-duduk
GAMES: Awak tim pelatnas voli duduk NPCI menjalani games internal ketika masih training camp (TC) di Solo.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Atlet Pelatnas NPCI Tetap Jaga Kemampuan Diri

SOLO,suaramerdekasolo.com. Penjagaan kondisi fisik dan teknik menjadi konsentrasi latihan para atlet pelatnas voli duduk National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) sejak dipulangkan dari training camp (TC) di Solo, akhir Maret lalu. Mereka dipulangkan bersama 269 atlet lain pelatnas guna mengantisipasi persebaran Covid-19.

Pelatih pelatnas voli duduk Deddy Whinata meminta sebelas atlet tim putra yang dibesutnya tersebut untuk tetap menjalankan latihan individual, demi menjaga kemampuan diri masing-masing. Kendati memperkirakan bakal terjadi penurunan rata-rata 30-40 persen, namun latihan mandiri para atlet proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 itu diharapkan tidak membuat performa mereka benar-benar terjun bebas.

‘’Sesaat sebelum pulang dari TC, setiap atlet kami bekali satu bola untuk latihan individual di rumah. Jadi bola tersebut bisa digunakan berlatih teknik sederhana, misalnya passing atau spike dengan dipantulkan ke tembok,’’ kata Deddy, Minggu (26/4).

Net 125 Cm

Dosen Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta itu menambahkan, penerapan latihan teknik secara individual bisa dilakukan, mengingat voli duduk tidak butuh lapangan luas dan net tinggi. Net pembatas dua tim yang bertanding hanya 125 cm.

‘’Selain teknik, tentu mereka harus tetap memelihara kondisi fisiknya. Sesuai program, latihan bagi seluruh atlet maksimal satu jam per hari. Pengerjaan programnya dilaporkan melalui grup daring tim,’’ jelas pria yang baru saja dikukuhkan sebagai Kepala Humas UNS Surakarta itu.

Tim pelatnas voli duduk itu diperkuat beberapa atlet dari Jateng. Mereka di antaranya Murdiyan dan Raharjo (Solo), serta Purwadi (Sragen). Beserta para atlet lainnya, mereka selalu menyampaikan laporan melalui aplikasi daring ke jajaran pelatihnya.

Menurut Deddy, selain fisik dan teknik, dua unsur lain sulit diterapkan dalam latihan individual yakni strategi dan mental bertanding. ‘’Voli duduk kan olahraga tim. Maka tak mungkin mengasah strategi dan mengasah mental, jika mereka tidak berkumpul. Kalau situasi sudah normal, butuh beberapa uji coba untuk memulihkannya,’’ jelas dia.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun