Latihan Shadow Jadi Program Karateka KKO Surakarta

latihan-shadow-menjadi-program-karateka-KKO-Surakarta
Sejumlah karateka pelajar Kelas Khusus Olahraga SMPN 1 Surakarta berlatih di kompleks Manahan, sebelum wabah corona melanda.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Sejam Sehari Selama Puasa Ramadhan

SOLO,suaramerdekasolo.com. Latihan teknik secara shadow atau melawan bayangan menjadi bagian program bagi para karateka siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta di rumah masing-masing. Selain itu, sejak status kejadian luar biasa (KLB) wabah corona ditetapkan di Solo, 13 Februari lalu, mereka diminta tetap menjaga kekuatan dan kebugaran fisik masing-masing.

‘’Jaga kondisi fisik, harus. Selain itu tetap latihan teknik menggunakan ‘kata’ dan teknik dasar kumite, misal melepas pukulan, tendangan. Bisa kombinasi counter-attack (bertahan sekaligus menyerang), dengan lawan banyangan,’’ kata pelatih karate KKO SMPN 1 Surakarta, Agus Muzamil, Selasa (28/4).

Sebelum puasa Ramadhan, lelaki yang juga pelatih Pengkot Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (Forki) tersebut membagi latihan dalam dua sesi. Satu jam pada sesi pagi dikhususkan untuk latihan pemeliharaan kebugaran dan kekuatan fisik masing-masing. Sementara sesi sore diperuntukkan mengasah penguasaan teknik.

Hanya Sore

Namun sejak puasa Ramadhan, Jumat ((24/4), dua sesi tersebut digabung menjadi satu. Latihan hanya pada sesi sore, selama satu jam sehari. Jadi setelah membuka latihan dengan peregangan dan pemeliharaan fisik, kemudian dilanjutkan dengan mengasah teknik.

‘’Kalau tetap latihan pagi-sore, anak-anak pasti tidak kuat karena puasa, maka digeser hanya sore saja. Sedangkan latihan strategi tak bisa diterapkan secara individual, karena tak ada lawannya,’’ tutur Agus.

Sepuluh karateka pelajar, saat ini tercatat sebagai siswa KKO. Mereka yang terdiri atas tiga atlet putra dan tujuh putri, sedang duduk di bangku kelas tujuh, delapan dan sembilan di SMPN 1 Surakarta.

Secara keseluruhan tercatat ada 178 atlet pelajar yang menjadi siswa KKO SMPN 1 Surakarta. Angka tersebut merupakan akumulasi seleksi masuk tahun 2017, 2018 dan 2019. Mereka menggeluti 12 cabang olahraga, yakni atletik, renang, bulu tangkis, tenis meja, tenis lapangan. Selain itu panahan, bola voli, sepak bola, taekwondo, pencak silat, karate, anggar dan judo.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun