Dipulangkan Setelah Sebulan Lebih Digembleng dalam TC Karantina

dipulangkan-setelah-sebulan-lebih-digembleng-dalam-tc-karantina
BUBAR: Para pesilat, jajaran pelatih dan pengurus IPSI Jateng bubar usai sesi foto dalam pengukuhan tim pelatda sekaligus TC di GOR Sepak Takraw Salatiga, 8 Maret lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Pelatda Pencak Silat Jateng

SOLO,suaramerdekasolo.com. Sebulan lebih atau sekitar 40 hari menjalani training camp (TC) dalam karantina mandiri di GOR Sepak Takraw Salatiga, tim pelatda pencak silat Jateng akhirnya dipulangkan, Jumat (24/4). Sembilan pesilat terbaik Jateng beserta jajaran pelatih kembali ke rumah masing-masing, setelah Presiden Jokowi memutuskan menunda PON Papua XX/2020 menjadi Oktober 2021.

‘’Sebelum ada keputusan pengunduran setahun, kami sepakat tetap melanjutkan TC, meski dalam karantina ketat. Tapi karena kemudian PON ditunda, semua dipulangkan,’’ kata pelatih kepala pelatda pencak silat Jateng, Indro Catur, Rabu (29/4).

Pria asal Solo itu mengungkapkan, TC untuk menghadapi PON itu digelar di Salatiga sejak 1 Maret silam. Setelah beres-beres tempat dan latihan awal, pada 8 Maret, jajaran pengurus Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jateng yang dinakhodai Harry Nuryanto, didampingi manajer tim Darmadi, meresmikan dan mengukuhkan TC tersebut.

Sembilan pesilat yang telah lolos Pra-PON, digembleng. Mereka adalah Zidni Rahma Amaly (tunggal putri), Sapto Purnomo (tanding kelas E), Nadia Haq Umami Nur Cahyani (kelas B), ketiganya dari Solo, serta Khoirudin Mustakim (Klaten).

Lainnya, Faradlillah Rahma Ajeng (Banyumas/kelas F), Dela Kusumawati (kelas C/Kota Tegal), Annas Rais Arni Raihan (Kudus/kelas G), Barata Yuda (Wonosobo/kelas C) dan Triana Ragil Rahmayani (Banjarnegara/ kelas D).

Pulang Lebih Berisiko

BERLATIH: Para pesilat pelatda Jateng berlatih dalam training camp sekaligus karantina ketat antisipasi corona di GOR Sepak Takraw Salatiga, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/dok pelatda silat Jateng)

Tapi seminggu usai dikukuhkan, Jateng mulai kena imbas virus corona. Jajaran pelatih, atlet dan manajer berembug. Keputusannya, pelatda dilanjutkan. Seluruh atlet dan pelatih wajib mengarantina diri di kompleks GOR yang sekaligus dilengkapi penginapan itu.

‘’Kalau atlet pulang justru lebih berisiko saat nanti kumpul lagi, jika tak bisa jaga diri di rumah. Tim pelatih pun menginap. Seluruh kebutuhan, terutama makan dipenuhi. Juru masak pun dilengkapi masker dan hand sanitizer saat belanja ke pasar. Tak ada yang keluar kompleks GOR. Semua sepakat. Hanya saya yang bisa keluar, itu pun hanya rute rumah-GOR,’’ ungkap Catur.

Semua konsisten. Pertimbangan lain kala itu, kalau Covid-19 segera tertangani serta PON digelar sesuai jadwal awal, maka tim pesilat Jateng tak keteteran. Jadi, perburuan target tiga emas dapat digenggam.

‘’Tapi setelah PON resmi ditunda, ya akhirnya seluruhnya dipulangkan. Para atlet latihan sendiri di rumah,’’ tutur Catur.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun