Gantolle Jateng Pelajari Dokumentasi Selama Gulung Layangan

gantolle-jateng-pelajari-dokumentasi-selama-gulung-layangan
START TERBANG: Atlet gantolle Jateng asal Solo, Sulis Widodo melakukan start terbang dari puncak Bukit Joglo kawasan Waduk Gajahmungkur Wonogiri, sebelum pandemi corona melanda.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Joging dan Bersepeda Demi Menjaga Kondisi

SOLO,suaramerdekasolo.com. Para atlet gantolle Jateng membongkar dokumentasinya, sejak menggulung layangannya selama sebulan terakhir, demi antisipasi serangan corona. Para atlet yang bertempat tinggal di Solo dan sekitarnya itu mempelajari dan mengevaluasi berbagai gerakan dan penguasaan terbang yang pernah mereka lakukan dalam latihan maupun lomba.

‘’Gerakan-gerakan yang kurang betul atau tidak efektif, baik saat take off maupun landing, dikaji dan didiskusikan dalam grup whattsapp. Manuver-manuver terbang yang baik dan optimal, kami garis bawahi. Sebaliknya yang kurang bagus, dievaluasi,’’ kata Ketua Pengprov Gantolle Jateng, Susetyoko ‘’Stik’’, Kamis (30/4).

Lelaki yang juga atlet Karanganyar tersebut mengungkapkan, review tidak hanya dilakukan atas dokumentasi-dokumentasi para atlet Jateng. Namun juga terhadap rekaman video para atlet dari daerah lain saat lomba, terutama yang memiliki kemampuan lebih bagus.

Dipengaruhi Cuaca

Tujuannya, mempelajari teknik para atlet pesaing Jateng, terutama dalam menghadapi event besar ke depan seperti kejuaraan internasional, kejurnas dan PON. Selain Stik, beberapa atlet lain gantolle yang biasa berlatih bersama yakni Supardi (Karanganyar), Sulis Widodo (Solo) dan Isah Iriawan (Klaten). Lokasi latihan di Wonogiri, Telomoyo, serta sekali mencoba venue baru di Klaten.

Mereka melakukan kajian teknik dokumentasi itu dengan pelatih Oke Adrianto. Kendati demikian, tidak semua teknik bisa diterapkan secara sama persis. Sebab salah satu cabang olahraga dirgantara itu sangat dipengaruhi cuaca, termasuk arah dan kecepatan angin, serta geothermal.

‘’Jadi, meski feeling penguasaan terbang sedikit kurang terasah karena telah sebulan menggulung layangan, tapi kami tetap mempelajari tekniknya,’’ ujar Stik.

Demi menjaga kebugaran tubuh, para atlet rutin berlatih fisik tiga kali sepekan. Programnya, satu sesi lari sepanjang 2,4 km, satu sesi latihan beban, serta satu sesi lainnya dengan bersepeda atau joging.
‘’Tentu saja, semua tetap berpedoman ada protokol kesehatan,’’ tandas Stik.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun