Berlatih Mandiri, Supriadi Tetap Incar Tiga Besar APG

berlatih-mandiri-supriadi-tetap-incar-tiga-besar-apg
KEMBALIKAN SHUTTLECOCK: Pebulutangkis pelatnas NPCI Supriadi mengembalikan shuttlecock dalam latihan mandiri di GOR Sinar Kasih Solo, Kamis (31/4).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Pebulutangkis Pelatnas NPCI Saat Pandemi Corona

SOLO,suaramerdekasolo.com. Pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) dihentikan sementara sejak akhir Maret lalu, demi mengantisipasi serangan Covid-19. Para atlet yang training camp (TC) di Solo sejak Mei 2019, dipulangkan, termasuk Supriadi, diminta tetap menjaga diri.

Harapannya agar performa tak merosot tajam jika wabah usai, sewaktu-waktu dipanggil lagi untuk training camp (TC) pelatnas proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020. Kendati demikian, hingga kini belum ada keputusan resmi kapan pesta olahraga difabel se-Asia Tenggara itu digelar, setelah dua kali ditunda.

‘’Maka saya lalu turut bergabung dalam latihan di klub Purnama Solo, demi tetap jaga kemampuan. Yang penting, fisik tidak drop serta masih punya lawan untuk latihan,’’ kata Supriadi, pebulutangkis berkursi roda yang bernaung di bawah NPCI Boyolali itu, Sabtu (2/5).

Setiap hari sepanjang April, suami Yuli Yanti tersebut mengasah diri dengan sesama atlet pelatnas asal Banten, Wiwin Andri yang memilih tetap bertahan di Kota Bengawan. Kebetulan klub Purnama yang bermarkas di GOR Sinar Kasih Kadipiro, dinakhodai salah seorang pelatih pelatnas bulutangkis NPCI, Yunita Ambar Wulandari.

Delapan Besar

Atlet kelahiran Pati, 25 Maret 1986 tersebut, masuk klasifikasi disabilitas WH-2. Peraih emas Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Bandung 2018 yang kini tinggal di daerah Temulus RT 1 RW 3 Pondok, Grogol, Sukoharjo itu pun telah duel di beberapa ajang ernasional. Dia turun pada APG Malaysia 2017, ajang Irlandia Open 2018, Tailand Open 2018, serta Asian Para Games Jakarta 2018, kendati belum mampu menyabet medali.

Atlet-atlet asal Vietnam dan Thailand menjadi lawan terberatnya, selain sesama atlet Indonesia Agus Dwi Utomo. ‘’Tapi pada APG Filipina 2020, saya bertekat menembus tiga besar. Maka saya terus berlatih. Jika tidak di GOR, saya tetap latihan individual joging, kelentukan, serta daya tahan fisik, sebisa mungkin,’’ ujar Supriyadi.

Sang pelatih, Ambar Wulandari menyebut potensi dan peluang Supriyadi cukup terbuka. ‘’Progres dia bagus, termasuk dalam peningkatan stamina, teknik dan mental bertanding. Jadi, semoga saya corona segera berlalu, sehingga semua dapat dimaksimalkan lagi,’’ tandasnya.(Setyo Wiyono)

Editor:Setyo Wiyono