Pembatalan APG Filipina, NPCI Tunggu Surat Resmi

pembatalan-apg-filipina-npci-tunggu-surat-resmi
BERLATIH: Lifter internasional NPCI Ni Nengah Widiasih berlatih dalam TC pelatnas di kompleks Kantor Pusat NPCI kawasan Jebres, Solo, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Atlet Pelatnas Diminta Tetap Latihan Mandiri

SOLO, suaramerdekasolo.com. ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 dibatalkan? Kemungkinan itu sangat terbuka, mengingat serangan pandemi corona hingga kini belum menunjukkan grafik antiklimaks. Kendati demikian, National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) akan tetap menunggu surat resmi dari ASEAN Para Sports Federation (APSF) sebagai otorita yang menaungi pesta olahraga disabilitas Asia Tenggara itu.

‘’Di internal Fililipina memang ada informasi APG ditunda, yang dimuat beberapa media setempat. Tapi kan ada tahapan, seperti NPC Filipina harus lapor ke APSF, baru nanti APSF yang menyurati ke negara-negara kontestan APG. Sampai sekarang belum ada perkembangan atau surat dari APSF,’’ kata Wakil Sekjen NPCI Pusat, Rima Ferdianto, Minggu (3/5).

Dia mengungkapkan, berdasarkan berita-berita media Filipina, ada dua alasan pembatalan. Pertama, alokasi dana penyelenggaraan APG dialihkan untuk penanganan wabah corona. Kedua, pemerintah Filipina tidak memperbolehkan event olahraga apapun, hingga tersedia vaksin untuk corona.

Tetap Latihan Individual

Pria yang juga manajer tim tenis meja pelatnas NPCI itu mengungkapkan, jika ada pengumuman resmi dari APSF soal penundaan APG, maka pihaknya segera rapat internal bersama Ketua Umum NPCI Senny Marbun. Selain itu, berkoordinasi dengan Kemenpora yang selalu memfasilitasi persiapan dan persaingan kontingen NPCI di ajang tingkat Asia Tenggara, Asia, bahkan dunia.

‘’Karena belum ada surat resmi, maka para atlet pelatnas yang dipulangkan dari training camp (TC) di Solo, diminta tetap berlatih individual di rumah masing-masing,’’ ujarnya.

Sebanyak 269 atlet pelatnas APG dan 35 atlet pelatnas Paralympic Tokyo 2020 dipulangkan dari TC, akhir Maret lalu. Mereka disiapkan turun pada 16 cabang olahraga, antara lain tenis meja, bulu tangkis, angkat berat, atletik, renang dan sepak bola celebral palsy.

Rima menyebut, sejumlah atlet pelatnas dari luar Jateng yang bertahan di Solo, tetap berlatih rutin demi menjaga kemampuan diri. ‘’Yang penting, tetap menjaga kesehatan dan kebugaran fisik. Misal APG Filipina batal, toh ada APG Vietnam 2021, Paralympic Games Jepang yang ditunda jadi 2021, serta Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) pada 2021,’’ tandas Rima.(Setyo Wiyono)

Editor:Setyo Wiyono