Empat Pebulutangkis Pelatnas NPCI Bertahan Latihan di Solo

empat-pebulutangkis-pelatnas-npci-bertahan-latihan-di-solo
KEMBALIKAN SHUTTLECOCK: Pebulutangkis pelatnas NPCI, Leani Ratri Oktila mengembalikan shuttlecock dalam training camp di Hartono Trade Center Solobaru, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com. Empat pebulutangkis pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) tetap bertahan di Solo, kendati awak pelatnas telah dipulangkan dari training camp (TC) di Solo, sejak akhir Maret lalu akibat pandemi Covid-19.

Mereka pun tetap berlatih demi menjaga kemampuan fisik dan performa, meski ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 kemungkinan besar dibatalkan, serta Paralympic Games Tokyo 2020 ditunda menjadi 2021.

‘’Mereka yang tetap bertahan latihan khusus di Solo adalah Ukun Rukaendi, Suryo Nugroho dan Leani Ratri Oktila. Kadang-kadang Fredy Setiawan juga bergabung latihan di tempat sama,’’ kata pelatih pelatnas bulutangkis NPCI, Yunita Ambar Wulandari, Kamis (7/5).

Selain Suryo (Karanganyar) dan Fredy (Solo), dua atlet lain berasal dari luar Jateng. Selama ini, mereka telah malah-melintang dan menyabet sederet medali emas dari berbagai kejuaraan internasional, termasuk pesta olahraga difabel Asia Tenggara ASEAN Para Games (APG) dan Asian Para Games (skala Asia).

Atlet Berkursi Roda

Sebenarnya, ada dua pebulutangkis lain pelatnas NPCI yang juga bertahan latihan di Kota Bengawan. Keduanya yang merupakan pebulutangkis klasifikasi WH-2 (berkursi roda) itu adalah Supriadi yang bernaung di bawah NPCI Boyolali, serta Wiwin Andri (Jabar).

‘’Hingga pekan lalu, Supri dan Wiwin bergabung dalam latihan di klub saya, PB Purnama di kawasan Kadipiro. Namun sejak 1 Mei, klub libur sebulan. Keduanya tidak bisa latihan bersama di Hartono Trade Center (HTC) Solobaru, karena karpet lapangannya tidak untuk kursi roda,’’ jelas Ambar.

Wakil Sekjen NPCI Rima Ferdianto menjelaskan, sejumlah atlet pelatnas memang memilih bertahan di Solo. Selain karena pembatasan sosial di daerahnya guna memutus mata rantai pandemi Covid-19, mereka juga konsisten berlatih untuk ajang-ajang internasional mendatang.

‘’Misal APG Filipina 2020 resmi dibatalkan, toh tahun depan ada agenda APG Vietnam dan Paralympic Tokyo yang ditunda. Jadi bagus mereka terus berlatih, meski harus tetap memenuhi protokol kesehatan demi mencegah corona,’’ tandas Rima.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun