APG Filipina Resmi Batal, NPCI Segera Ambil Sikap

apg-filipina-resmi-ditunda-npci-segera-ambil-sikap
BERBINCANG: Ketua Umum NPCI Senny Marbun (kiri) berbincang dengan Wakil Sekjen Rima Ferdianto di Sekretariat Pusat NPCI, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com. ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020, resmi dibatalkan. Surat pembatalan pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara yang ditandatangani Presiden ASEAN Para Sports Federation (APSF) Osoth Bhavilai itu, diterima Pengurus Pusat National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Jumat (8/5).

‘’Senin (11/5) depan, pengurus akan menggelar rapat untuk mengambil sikap. Kami juga akan bahas, bagaimana kelanjutan program NPCI di 2020, karena Kemenpora juga meminta revisi program pelatnas baru menghadapi ajang 2021,’’ kata Wakil Sekjen NPCI, Rima Ferdianto.

Dia mengungkapkan, inti pembatalan antara lain karena Pemerintah Filipina mengalihkan anggaran penyelenggaraan APG untuk penanganan corona. Selain itu, pemerintah setempat juga tidak akan menggelar event sebelum pandemi berakhir.

Multievent olahraga disabilitas di Filipina itu urung digelar, setelah mengalami dua kali penundaan. Sedianya, pesta olahraga itu digelar pada Januari lalu. Namun karena pihak panitia di Filipina belum siap berkait dana penyelenggaraan, maka diundur menjadi Maret.

Sempat Ada Alternatif

Rencana perhelatan Maret itu, lagi-lagi ditunda. Karena virus corona yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, telah menyebar ke berbagai negara di dunia. Sempat muncul alternatif penyelenggaraan sebelum Oktober dengan catatan pandemi Covid-19 telah tertangani. Namun situasi krisis yang melanda akibat ancaman virus tersebut, akhirnya memporakporandakan rencana-rencana itu.

‘’Kami belum bisa menyampaikan apa-apa. Nanti hasil rapat pengurus yang dipimpin Ketua Umum NPCI Pak Senny Marbun, Senin (11/5), akan kami sampaikan ke media,’’ jelas Rima.

Sebenarnya Indonesia telah menyiapkan awak timnya guna bersaing di APG Filipina. Ratusan atlet telah menjalani training camp (TC) di Solo sejak Mei 2019. Tapi karena pandemi belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, maka 269 atlet proyeksi APG tersebut akhirnya dipulangkan pada akhir Maret lalu, serta diminta berlatih individual di rumah masing-masing.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun