Rancang Pelatnas Jarak Jauh, Setelah APG Filipina Batal

rancang-pelatas-jarak-jauh-setelah-apg-filipina-batal
RAPAT: Ketua Umum Pusat NPCI Senny Marbun (tengah) didampingi Wakil Sekjen Rima Ferdianto memimpin rapat soal pelatnas APG di sekretariat kawasan Jebres, Solo, sebelum pandemi corona.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*NPCI Bahas ‘’Training at Home’’ dengan Para Pelatih

SOLO,suaramerdekasolo.com. ASEAN Para Games Filipina 2020, dibatalkan. National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang telah menerima surat resmi pembatalan itu, Jumat (8/5), langsung mengambil sikap.

Otorita olahraga disabilitas di Tanah Air itu merancang pelatnas mandiri jarak jauh. Sasarannya 269 atlet pelatnas APG Filipina dan 35 atlet proyeksi Paralympic Games Tokyo 2020 yang urung digelar. Tujuannya, demi tetap menjaga kebugaran fisik dan kemampuan mereka, guna menghadapi ajang serupa 2021.

‘’Detail program ‘training at home’ akan kami bahas dengan jajaran pelatih pelatnas, Rabu (13/5). Jadi tetap ada pantauan intensif tentang program latihan dan laporan pelaksanaannya dari para atlet di rumahnya masing-masing selama pandemi corona,’’ kata Wakil Sekjen NPCI, Rima Ferdianto, Selasa (12/5).

Keputusan itu diambil dalam rapat pengurus pusat NPCI yang dipimpin Ketua Umum Senny Marbun, Senin (11/5). Para atlet 16 cabang olahraga APG 2020, plus cabang menembak proyeksi Paralympic Games direncanakan sebagai awak pelatnasnya.

Koordinasi Kemenpora

RAtusan atlet pelatnas NPCI berkumpul dalam sebuah pertemuan di sela-sela training camp di Solo, Februari silam.(suaramerdekasolo.com/SEtyo Wiyono)

Cabang-cabang sesuai pelatnas NPCI 2019-2020 adalah atletik, renang, bulutangkis, tenis meja, angkat berat, ten pin bowling, catur. Selain itu sepak bola celebral palsy (CP), voli duduk, goal ball, boccia, panahan, judo tuna netra, balap sepeda, para triathlon dan basket kursi roda. Cabang menembak proyeksi Paralympic Games juga disertakan.
‘’Kami selalu berkoordinasi dengan Kemenpora. Program pelatnas jarak jauh akan disimulasikan bulan ini. Perhitungan kami, paling cepat Juni nanti bisa diterapkan,’’ ungkap Rima.

Pria yang juga manajer tim pelatnas tenis meja itu menambahkan, sebenarnya model tersebut telah diterapkan bagi awak pelatnas Paralympic Tokyo 2020. Setelah para atlet dipulangkan dari training camp (TC) di Solo, akhir Maret lalu, karena pandemi Covid-19, pelatih menerapkan program melalui aplikasi daring sportlyzer untuk memantau latihan individual di rumah.

‘’Nah, aplikasi itu nanti akan kami kembangkan kepada 269 atlet pada 16 cabang yang disiapkan untuk APG Vietnam 2021,’’ jelas Rima.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun