Demi Prestasi, David Jacobs Tetap Asah Diri Saat Pandemi

demi-prestasi-david-jacobs-tetap-asah-diri-saat-pandemi
FOREHAND: Petenis meja nomor dua dunia kelas TT10 NPCI David Jacobs melepas forehand dalam training camp pelatnas di Hartono Trade Center Solobaru, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Rela Terpisah dengan Tiga Anaknya

BATALNYA perhelatan ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 dan Paralympic Games Tokyo 2020 membuat para atlet, pelatih dan pengurus National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), kecewa. Tak terkecuali atlet pelatnas, Dian David Michael Jacobs.

Ancaman keganasan virus corona memang membikin mereka tak berdaya. Namun, petenis meja peringkat dua dunia kelas TT10 versi International Table Tennis Federation (ITTF) itu tetap semangat. Bapak empat anak tersebut memilih bertahan di Solo. Di tengah pandemi, dia terus rutin mengasah diri di Hartono Trade Center (HTC) Solobaru, meski NPCI telah memulangkan para atlet dari training camp (TC) pelatnas di venue terpusat itu, sejak akhir Maret lalu.

‘’Seumuran saya, kalau tidak berlatih sama sekali, bakal cukup berat untuk mengawalinya lagi dalam memburu prestasi. Maka harus performa tetap terjaga, tanpa mengabaikan protokol kesehatan dari Pemerintah,’’ ujar atlet kelahiran Ujung Pandang, 21 Juni 1977 itu, Rabu (13/5).

Setiap Senin, Rabu dan Jumat, David Jacobs bersama dua atlet lain pelatnas yakni Adyos Astan (Maluku) dan Suwarti (Boyolali/Jateng), tetap berlatih di HTC. Pelatih Bayu Widhi Hapsara menemani mereka. Dia luar jadwal, peraih medali perunggu Paralympic Games London 2012 itu juga berlatih individual di pabrik peralatan tenis meja Shiamiq, Sukoharjo.

Tak Mudah

Ketua Umum Pusat NPCI Senny Marbun dan manajer tim tenis meja pelatnas Rima Ferdianto mengakui profesionalitas David sebagai olahragawan, sangat tinggi. ‘’Ada atau tidak ada event, dia selalu rajin berlatih rutin demi meningkatkan kemampuan diri,’’ tutur Rima.

Karena TC pelatnas sering di Solo, David telah membeli rumah di daerah Gentan, Baki, Sukoharjo. Kebetulan sejak sebelum Covid-19 menerjang Tanah Air, istrinya Jeany Inggrid Palar dan anak ketiganya menemaninya di Kota Bengawan.

Peraih medali emas tenis meja Asian Para Games 2018 itu rela terpisah dengan tiga anaknya yang lain. Ketiganya tinggal bersama kakek-neneknya di Jakarta, karena ada serangkaian tugas sekolah di awal pandemi dulu.

Tapi kini, tak mudah bagi keluarga David untuk berkumpul, mengingat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tentu tak mudah baginya pulang balik Solo-Jakarta.

‘’Sebenarnya ada rencana pulang sebentar ke Jakarta, sekaligus nengok anak-anak, sepekan sebelum lebaran nanti. Tapi saya belum tahu, bisa atau tidak, mengingat situasi masih seperti ini,’’ ujar ASN Pengprov DKI Jakarta itu.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun