Formasi Tim Anggar Pelatda Jateng Tetap Dipertahankan

formasi-tim-anggar-pelatda-jateng-tetap-dipertahankan
BERLATIH: Sejumlah fencer tim pelatda Jateng berlatih bersama atlet-atlet klub anggar UTP di kompleks kampus UTP Surakarta di daerah Cengklik, Solo, sebelum pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Tak Lupakan Promosi-Degradasi Fencer

SOLO,suaramerdekasolo.com. Formasi awak tim anggar pelatda Jateng proyeksi PON XX tetap dipertahankan. Lima belas fencer (sebutan atlet anggar) hingga kini tetap bertahan dengan pemilahan sembilan putra dan enam putri.

Kendati demikian, jajaran pelatih pelatda yang dikomandoi Hendra Faradilah tidak melupakan program promosi-degradasi (prodeg) pada perjalanan ke depan. Program tersebut merupakan tahapan untuk mengevaluasi kemampuan para atlet pelatda. Jika ada atlet yang performanya merosot tajam, bakal digeser dan digantikan fencer nonpelatda yang kemampuannya lebih bagus.

‘’Tapi dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini kami belum bisa menentukan, kapan jadwal prodeg akan dilakukan. Kami akan ikuti perkembangan percepatan penanganan corona,’’ kata Hendra, Jumat (29/5).

Pria yang juga Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengkot Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Surakarta itu mengungkapkan, para atlet tersebut semula digembleng pada dua tempat. Yakni di Solo yang dia poles bersama asisten pelatih Flodesa, serta di Semarang yang ditangani asisten pelatih Bayu Koeshendra.

Latihan Mandiri

Namun sejak terjadi pandemi Covid-19, mereka dipulangkan demi mengantisipasi persebaran virus tersebut. Toh, program latihan harian tetap diberikan untuk dijalani secara rutin oleh para fencer di rumahnya masing-masing.

‘’Kami gunakan aplikasi zoom untuk memberi program, sekaligus memantau latihan para awak tim pelatda. Jeda lebaran, latihan mandiri lalu dilanjutkan lagi. Memang ada penurunan performa sekitar 50 persen, tapi lebih baik dari pada kondisi mereka terjun bebas,’’ ujar Hendra.

Tercatat delapan atlet Solo masuk dalam tim pelatda. Mereka adalah Yusuf Aprilian, Yulli andhika, Yulian Muhammad Adhitama dan Ichwan Zulkarnain. Selanjutnya Putri Faradilah, Tasya Allisya, Dinda Dwi Ariyanti, serta Adira Kurniawati.

Atlet lainnya yakni Rosy Arrazaq, Naufal Arrasyid dan Dino Setiawan (ketiganya dari Kabupaten Semarang). Lalu, Yusuf Renaldi dan Ariarisna Yoga (Kudus), serta Dessy Megarany (Batang) dan Saepul Rohman Muzaki (Kendal).(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun