Pembalap Sepeda Solo Mulai Kembali Tingkatkan Performa Diri

pembalap-sepeda-solo-mulai-kembali-tingkatkan-performa-diri
BERLATIH: Pembalap muda Solo Shindu Ardiyanto (kanan) dan Jefry Irawan berlatih untuk menjaga fisik menggunakan sepeda MTB di kawasan kebun teh Kemuning, lereng Gunung Lawu, beberapa waktu lalu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com. Para pembalap sepeda muda Solo mulai kembali meningkatkan performanya menyongsong tatanan normal baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19. Beberapa atlet seperti Shindu Ardianto, Andriyan ‘’Dayat’’ Hidayat dan pembalap putri Annisa Destein Cindy Qiawati menjalani latihan rutin empat kali sepekan.

‘’Jarak tempuh rutenya berkisar lebih-kurang 80-120 kilometer. Jalurnya bervariasi, terkadang datar atau flat seperti Senin (1/6) lalu. Tetapi anak-anak juga tidak meninggalkan latihan pada rute-rute tanjakan,’’ kata pelatih tim balap sepeda Solo, Agus Sadiyanto, Rabu (3/6).

Pria yang juga Kabid Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Surakarta tersebut mengungkapkan, para atlet Kota Bengawan tersebut terkadang berlatih terpisah. Tapi juga sering berlatih bersama dengan eks awak Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Balap Sepeda Jateng yang bermarkas di Solo.

Salah satunya Jeffry Irawan yang berasal dari Boyolali. Kebetulan Dayat juga merupakan lulusan PPLOP Jateng, serta Shindu kini masih tercatat sebagai atlet pusat pendidikan tersebut. Sementara Cindy menempuh studi di SMAN 7 Surakarta.

Agenda Ditunda

Agus Sadiyanto mengungkapkan, sejatinya para pembalap Kota Bengawan tak pernah jeda berlatih rutin, kendati aktivitas sebagian besar cabang olahraga terhenti saat Solo berstatus kejadian luar biasa (KLB) corona, 14 Maret silam. Atlet-atlet muda tersebut tetap latihan namun dengan intensitas sedang demi menjaga kondisi dan kemampuan dirinya.

‘’Sekarang mulai lebih ditingkatkan, namun tetap mematuhi protokol kesehatan demi menghindari persebaran Covid-19. Mereka tidak diperkenankan beristirahat secara bergerombol,’’ tutur Agus.

Sebenarnya sejak akhir 2019, mereka disiapkan untuk menghadapi berbagai kejuaraan adu kebut, di antaranya kejuaraan Customs Cycling Series yang direncanakan di Banjarnegara, Tugu Muda Cup di Semarang dan kejurda di Tegal. Namun agenda-agenda tersebut akhirnya dibatalkan atau ditunda hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan, akibat ancaman wabah corona.

‘’Hingga kini belum ada lagi info mengenai kejuaraan-kejuaraan yang ditunda itu. Tapi sebagai atlet, anak-anak tentu tidak bisa terlalu lama mengendurkan latihan rutinnya,’’ ujar Agus.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun