Karisma Evi Tiarani, Juara Dunia Lari 100 meter Rela Berlatih Mandiri

Karisma-Evi-Tiarani
BERLATIH MANDIRI: Karisma Evi Tiarani berlatih mandiri di rumahnya, Senin (8/6). (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Dampak Covid-19, para atlet harus berlatih mandiri. Ini pula yang dilakukan Karisma Evi Tiarani, juara dunia lari 100 meter dalam Kejuaraan Dunia Para Atletik di Dubai, Uni Emirat Arab tahun lalu.

Menyusul mundurnya jadwal Multievent olahraga bagi difabel, ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020, akibat pandemi Covid-19. Maka dia pun harus menunda mimpi meraih medali lagi. Disisi lain, sebagai atlet tak boleh lengah menjaga kebugaran tubuh.

Untuk itu, atlet asal Desa Talak Broto, Kecamatan Simo ini, mengaku tetap melakukan latihan olahraga secara mandiri di rumahnya. Latihan dilakukan bersama- sama atlet lain, namun secara online.

“Untuk menjaga kondisi tubuh. Setiap hari kami berlatih bersama-sama secara online,” kata Evi saat ditemui di rumahnya, Senin (8/6).

Dijelaskan, latihan dilakukan setiap hari, rata-rata selama 40 hingga 60 menit. Langkah itu terpaksa dilakukan, mengingat pemusatan latihan nasional atau pelatnas ditutup sejak pandemi Covid-19 mulai tutup.

“Seluruh atlet paraatletik yang tadinya berlatih di pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Solo, sudah dipulangkan. Ini berkaitan dengan pandemi Covid-19 dan mundurnya Paralimpiade Tokyo 2020 setahun ke depan. Jadi, saya harus berlatih mandiri.”

Seperti diketahui, prestasi membanggakan ditorehkan oleh pelari para atletik Indonesia, Karisma Evi Tiarani. Atlet tuna daksa ini berhasil menggondol emas pada Kejuaraan Dunia Para Atletik 2019 yang digelar digelar di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Perempuan berusia 18 tahun itu menyelesaikan perlombaan dengan catatan waktu 14,72 detik. Turut mengharumkan nama Boyolali, dia pun mendapatkan hadiah sebidang tanah dari Bupati Boyolali, Seno Samodro. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun