Dijadwalkan Tujuh Bulan, Pelatnas Jarak Jauh 304 Atlet NPCI

dijadwalkan-enam-bulan-pelatnas-jarak-jauh-304-atlet-npci
PENJELASAN: Ketua Umum National NPCI Senny Marbun (kiri), didampingi Wakil Sekjen Rima Fedianto dan pengurus lain Heri ‘’Gogor’’ Isranto memberi penjelasan soal pelatnas jarak jauh di Solo, Selasa (9/6) sore.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Agenda Terdekat Perburuan Poin Paralympic

SOLO, suaramerdekasolo.com. Pelatnas jarak jauh bagi atlet-atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) sejak 2 Juni lalu, dijadwalkan berlangsung tujuh bulan hingga 31 Desember. Total tercatat 304 atlet difabel yang ditempa. Rinciannya, 369 atlet proyeksi ASEAN Para Games (APG) Vietnam 2021 dan 35 atlet Paralympic Games Tokyo yang diundur pelaksanaannya menjadi 2021.

‘’Sebagian besar atlet proyeksi Paralympic juga merupakan atlet APG, terkecuali empat orang atlet menembak,’’ kata Ketua Umum NPCI Senny Marbun, didampingi Wakil Sekjen NPCI Rima Ferdianto kepada pers, Selasa (9/6).

Rima menandaskan tujuan pelatnas jarak jauh itu demi menjaga kondisi fisik para atlet sehingga tak terjadi penyusutan otot yang telah terbentuk selama training camp (TC) di Solo. TC itu dihentikan pada akhir Maret lalu, karena pandemi Covid-19.

‘’Jika situasi pandemi segera reda, diperhitungkan turnamen terdekat digelar akhir tahun untuk perburuan poin menuju Paralympic Games Tokyo 2021. Tapi hingga kini baru ada rencana-rencana, serta belum ada pihak yang memastikan,’’ ungkap dia.

Anggaran

Senny menambahkan, para atlet tersebut tetap mendapatkan honor selama pelatnas jarak jauh, meski besarannya tidak sebesar saat TC. Selain itu, mereka akan diberikan bantuan paket data seluler, mengingat kebutuhan pemberian program latihan dan laporan pelaksanaannya dari atlet melalui aplikasi daring, lumayan menyedot data.

‘’Anggarannya dari sisa pelatnas APG Filipina 2020 yang batal digelar. Kemenpora bilang, pakai saja anggaran itu untuk pelatnas daring, agar kondisi atlet tak merosot. Nantinya kan demi mengibarkan Merah-Putih di ajang olahraga internasional,’’ tandas Senny.

Secara teknis, menurut Rima, program pelatnas daring itu dibagi sesuai cabang yang diikuti para atlet. Terdapat 16 cabang APG plus cabang menembak (khusus Paralympic Tokyo) yang diampu pada pelatnas.

‘’Sesuai cabangnya, para atlet itu dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dalam panduan pelatih dan asisten pelatih. Setiap Kamis sore, mereka mengirim laporan pelaksanaan latihan itu ke NPCI Pusat. Lalu kami laporkan ke Kemenpora setiap Jumat sore,’’ jelas Rima.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun