KONI Surakarta Dorong Cabang Bersiap Hadapi New Normal

koni-surakarta-dorong-cabang-bersiap-hadapi-new-normal
Ketua Umum KONI Surakarta Gatot Sugihartono.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com. KONI Surakarta mendorong pengurus-pengurus cabang (pengcab) olahraga di Solo untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi tatanan normal baru atau new normal di masa pandemi Coid-19. Prosedur sesuai protocol kesehatan bagi para atlet dan pelatih, sebelum hingga setelah berlatih juga diminta disiapkan secara teknis.

Ketua Umum KONI Surakarta Gatot Sugihartono berharap pengcab-pengcab mendata lagi kondisi para atletnya, serta merancang program jika sewaktu-waktu dibuka kembali kran untuk berlatih bersama.

‘’Buat prosedur teknik latihan, sesuai karakter cabang olahraga masing-masing. Jadi saat pemerintah nanti membuka fasilitas-fasilitas olahraga pada masa transisi new normal, pengcab bisa langsung bergerak,’’ kata dia, Selasa (9/6).

Kendati demikian, Gatot menyebut para atlet sebagian besar cabang tetap berlatih secara mandiri di rumah. Mereka tetap mendapatkan program latihan dari jajaran pelatih yang seluruhnya dikoordinasikan secara daring.

‘’Tapi latihan sendiri-sendiri di rumah tentu tidak seoptimal jika dilakukan dalam latihan tatap muka bersama-sama,’’ tutur pria alumnus Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (POK) UNS Surakarta itu.

Rintisan Latihan Kembali

Berdasarkan pemantauannya, ada beberapa cabang olahraga di Kota Bengawan yang kini melakukan rintisan latihan kembali. Beberapa di antaranya, menurut dia adalah balap sepeda, sepatu roda, panahan dan wushu.

‘’Yang pasti, terapkan protokol kesehatan, termasuk jaga jarak dan hindari kerumunan. Karena itu, prosedur teknis dalam latihan harus benar-benar disiapkan,’’ tandas Gatot.

Ketua Harian Pengkot Wushu Surakarta Bambang Sugeng mengungkapkan, latihan yang dilakukan para atletnya terutama difokuskan untuk pemulihan kondisi fisik. Selain itu, juga pemantapan gerak-gerak dasar dan latihan jurus atau lebih dikenal sebagai taolu.

‘’Kalau latihan sanda atau nomor-nomor tanding belum diterapkan, karena bersifat body contact. Jadi lebih pada pengembalian kemampuan fisik dan gerakan-gerakan jurus dulu,’’ ujar Bambang.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun