Atlet Pelatnas Tenis Meja dan Bulutangkis Bertahan di Solo

atlet-pelatnas-bulutangkis-dan-tenis-meja-bertahan-di-solo
BERLATIH: Petenis meja pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) David Jacobs melakukan latihan di Hartono Trade Center (HTC) Solo Baru.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Lifter Sragen Asah Diri di Kantor NPCI

SOLO,suaramerdekasolo.com. Tak seluruh atlet pelatnas National Paralimpic Committee Indonesia (NPCI) berlatih dengan program mandiri jarak jauh yang dilakukan mulai 2 Juni lalu. Beberapa di antaranya tetap berlatih pada venues yang digunakan training camp (TC) pelatnas di Solo, sebelum mereka dipulangkan pandemi Covid-19.

‘’Beberapa atlet tenis meja, bulutangkis dan angkat berat, masih berlatih bersama di Solo. Sebagian di antara mereka memang tinggal di Solo dan sekitarnya, sehingga jarak jangkaunya relatif dekat,’’ kata Wakil Sekjen NPCI Rima Ferdianto, Selasa (16/6).

Ketua Umum NPCI Senny Marbun menandaskan, latihan bersama beberapa atlet pelatnas itu tetap dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Venue latihan juga relatif terbatas, sehingga tidak semua orang bisa mengakses ke lokasi tempat berlatih.

‘’Tenis meja dan bulutangkis di Hartono Trade Center (HTC) Solo Baru, sedangkan angkat berat di kantor pusat NPCI kawasan Jebres,’’ jelasnya.

Merasa Nyaman

Rima menambahkan, ada beberapa atlet asal luar Solo bertahan untuk berlatih di Kota Bengawan. Di cabang tenis meja, mereka yang bertahan di antaranya David Jacobs dan Adios Astan. Beberapa petenis meja pelatnas dari Solo dan sekitar seperti Suwarti dan Osrita Muslim pun tetap bergabung latihan.

Lalu pada cabang bulutangkis, atlet putri Leani Ratri Oktila dan pemain putra Suryo Nugroho tetap mengasah performa di HTC. Sementara atlet angkat berat yang berlatih di Solo, antara lain lifter-lifter asal Sragen yakni Atmaji Priyambodo dan Sriyani.

‘’Para atlet dari luar daerah itu, merasa lebih nyaman dan aman berlatih di Solo selama pandemi Covid-19. Lebih-lebih dengan protokol ketat an tetap ada pelatih yang mendampingi, sehingga latihan lebih maksimal,’’ tutur Rima.

Para atlet itu diproyeksikan menghadapi ASEAN Para Games (APG) Vietnam 2021, serta sebagian bersiap menyongsong perburuan poin untuk meraih tiket menuju Paralympic Games Tokyo 2021. Sebenarnya mereka juga telah ditempa dalam pelatnas sejak 2019, namun akhirnya batal bertarung di Filipina karena APG 2020 dibatalkan akibat pandemi.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun