Petembak Pelatnas NPCI Adu Jitu di Jateng Open

petembak-pelatnas-npci-adu-jitu-di-jateng-open
KONSENTRASI: Petembak pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Hanik Puji Astuti konsentrasi membidik target pada latihan di venue menembak Grup II Kopassus Kandangmenjangan Kartasura, Jumat (19/6).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Ekshibisi Guna Menguji Mental Bertarung

SOLO,suaramerdekasolo.com. Petembak pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) bakal turut beradu jitu pada kejuaraan yang digelar Perbakin Jateng, Minggu (21/6). Dua atlet difabel yang akan bersaing pada lomba virtual menggunakan aplikasi zoom video tersebut adalah Hanik Puji Astuti dan Ahmad Ridwan.

‘’Hanik diplot turun di nomor 10 meter air rifle, sedangkan Ridwan bersaing di nomor 10 meter air rifle. Keduanya merupakan atlet klasifikasi disabilitas SH1,’’ kata pelatih pelatnas menembak atau shooting para sport NCPI, Saridi, Jumat (19/6).

Sebenarnya ada empat atlet menembak dalam pelatnas NPCI yang saat ini sedang memburu poin untuk menuju Paralympic Games Tokyo 2021. Namun Bolo Triyanto dan Ratmini yang keduanya berasal dari Sragen, tidak diturunkan pada ajang bertajuk Jateng Open Online Shooting Series 2020 tersebut.

‘’Perbedaan keadaan fisik Bolo dan Ratmini yang masuk klasifikasi SH2 dari sisi disabilitas, berbeda cukup jauh dengan peserta normal lain, sehingga cukup berpengaruh dalam persaingan,’’ jelas Saridi.

Cukup Ketat

BIDIK TARGET: Atlet pelatnas NPCI, Ahmad Ridwan membidik target.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Anggota Grup 2 Kopassus Kandangmenjangan Kartasura tersebut memperkirakan, kejuaraan virtual seri pertama Jateng Open 2020 itu diikuti sekitar 40 peserta. Mereka berlomba dari berbagai tempat yang dipantau panitia melalui aplikasi zoom video, serta menyetorkan hasil bidikannya masing-masing.

‘’Juri akan menilai hasil bidikan para peserta yang disetorkan secara online itu. Perkiraan kami, peserta mencapai 40-an atlet, sehingga persaingannya cukup ketat,’’ tutur sang pelatih.

Mengenai keikutsertaan Hanik dan Ridwan, Saridi menyebut tujuan utamanya sebagai ajang ekshibisi dalam rangkaian pelatnas road to Paralympic Tokyo 2021. Selain mengasah ketajaman bidikan melalui latihan rutin, mereka juga butuh mengikuti kejuaraan-kejuaraan demi meningkatkan jam terbang.

‘’Kejuaraan seri tersebut kan diikuti atlet-atlet menembak secara umum. Maka persaingan yang dihadapi para petembak pelatnas NPCI, terjadi justru menjadi ajang untuk mengasah mental bertarung mereka,’’ ungkap Saridi.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun