Atlet Pelatda Voli Jateng Ditempa Bersama Vita Solo

atlet-pelatda-voli-jateng-ditempa-bersama-vita-solo
LATIHAN BEBAN: Para atlet tim voli putri senior Vita Solo bergiliran latihan beban di GOR Vita kawasan Sumber, Banjarsari.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Gabung Latihan Awak Tim Senior

SOLO,suaramerdekasolo.com. Enam atlet pelatda bola voli Jateng asal Solo ditempa bersama pada klub amatir Vita. Mereka yang terdiri atas dua pebola voli putra dan empat putri mengasah diri di Kota Bengawan, serta bergabung dalam latihan awak tim senior Solo.

Para atlet Kota Bengawan yang masuk tim putra pelatda adalah toser Viko Zulfan Aditya dan open spiker Fajar. Sementara empat orang yang tercatat pada daftar tim putri yakni open spiker Ersandrina ‘’Caca’’ Devega Salsabela dan Winda Ayu Risti, serta quicker Shindy Sasgia Dwi Yuniar dan Tias Maharani.

‘’Materi dasar latihan kemampuan fisik menjadi porsi utama, karena saat ini bisa dikatakan masih pada fase persiapan umum. Maka fisik mereka dibenahi lagi dari dasar,’’ kata pelatih tim putri Vita dan tim putri senior Solo, Agus Suyanto, Minggu (21/6).

Sejak Kota Solo berstatus kejadian luar biasa (KLB) koron, medio Maret lalu, seluruh atlet memang menjalani latihan mandiri di rumah masing-masing. Baru dua pekan lalu, mereka kembali berlatih bersama secara bergiliran dalam kelompok-kelompok terbatas, dengan protokol kesehatan ketat.

Berbagi Waktu

Latihan bersama bagi tim senior putra dan putri di GOR Vita kawasan Sumber, Banjarsari tersebut, untuk sementara dilakukan tiga kali sepekan. Sebab, mereka juga harus berbagi waktu dengan tim yunior dan tim anak-anak. Selebihnya, mereka diminta berlatih sendiri di rumah.

‘’Tapi latihan mandiri tentu tidak semaksimal latihan bersama-sama. Maka kemampuan fisik anak-anak lebih dulu yang diasah agar kekuatannya pulih,’’ jelas Agus yang juga Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi pada Pengkot Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Surakarta itu.

Kendati konsentrasi awalnya pada pengembalian kemampuan fisik, namun materi teknik tetap diberikan kepada para atlet tersebut. Hanya saja, fokus awalnya lebih pada pada penyempurnaan teknik-teknik dasar dan individual.

‘’Belum ada informasi agenda kejuaraan apapun sepanjang tahun ini. Maka waktu tersebut kami manfaatkan untuk memulihkan dan meningkatkan kemampuan anak-anak, termasuk mereka yang masuk tim pelatda Jateng,’’ ungkap Agus.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun