Sempat Trouble, Hanik Runner Up Lomba Menembak Jateng Open

sempat-trouble-hanik-runner-up-lomba-menembak-jateng-open
BIDIK TARGET: Petembak pelatnas NPCI Hanik Puji Astuti (kiri) dan peserta lain membidik target pada kejuaraan terbuka nasional virtual Jateng Open 2020 di venue menembak Grup 2 Kopassus Kandangmenjangan Kartasura, Minggu (21/60).(suaramerdekasolo.com/dok)

*Petembak NPCI Diuji pada Masa Pandemi

SOLO,suaramerdekasolo.com. Sempat mengalami trouble atau gangguan pada alat bidiknya, petembak National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Hanik Puji Astuti menjadi runner up pada kejuaraan terbuka nasional Seri I Jateng Open 2020. Atlet pelatnas klasifikasi disabilitas SH1 dari NPCI Jateng itu meraih juara kedua setelah mengemas 594 poin di nomor air rifle 10 meter pada lomba yang digelar Pengprov Perbakin Jateng secara virtual itu, Minggu (21/6).

‘’Hanik mengemas skor 594 poin atau hanya terpaut satu poin dari atlet juara Dias K (595 poin) dari Brawijaya SC Jatim. Skor itu pun diraih Hanik setelah dia sempat menghadapi problem pergeseran alat bidiknya,’’ kata pelatih pelatnas menembak NPCI, Saridi, Senin (22/6).

Pria prajurit Grup 2 Kopassus Kandangmenjangan, Kartasura itu mengungkapkan, cewek yang tercatat sebagai anggota NPCI Surakarta itu mengalami persoalan pergeseran eris pada diopter senapannya. Akibatnya terjadi pergeseran pula pada ketepatan bidikan di bidang sasaran.

‘’Untung, Hanik cepat tanggap dan segera membenahi alat bidiknya. Jika tak ada problem, mestinya dia bisa mencapai skor 598 poin,’’ tutur Saridi.

264 Peserta

Petembak pelatnas NPCI Hanik Puji Astuti.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Sementara atlet lain pelatnas NPCI, Ahmad Ridwan yang turun di nomor air pistol 10 meter tidak mampu menunjukkan performa maksimal. Kondisi fisik petembak NPCI Papua itu belum pulih, setelah dua pekan didera sakit.

‘’Atlet NPCI Kalsel, Triyanti yang turut kejuaraan terbuka itu kemampuannya juga stabil, serta meraih 550 poin,’’ ungkap Saridi.

Dia menambahkan, kejuaraan virtual itu sangat ketat karena diikuti 264 atlet Tanah Air. Mereka mengikuti lomba dari venues di berbagai tempat yang dipantau panitia secara online melalui aplikazi zoom video. Tercatat 17 atlet mengikuti lomba di venue menembak Grup 2 Kopassus Kandangmenjangan. Hasil-hasil bidikan lalu disetorkan ke panitia.

Ajang terbuka tersebut dimanfaatkan para atlet NPCI untuk turut bersaing bersama para petembak normal. ‘’Hanik dan Ridwan memanfaatkannya sebagai ajang ekshibisi. Sebab, keduanya bersama atlet pelatnas lain, Bolo Triyanto dan Ratmini, disiapkan untuk mengejar poin menuju Paralympic Games Tokyo 2021,’’ jelas sang pelatih.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun