Pelatnas Voli Duduk Pertahankan Kondisi Fisik Atlet

pelatnas-voli-duduk-pertahankan-kondisi-fisik-atlet
GAMES: Para atlet voli duduk menjalani games internal di GOR FKor UNS Surakarta saat masih menjalani training camp (TC) Pelatnas NPCI di Solo.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Program Jarak Jauh, Ada Atlet yang Susah Sinyal

SOLO,suaramerdekasolo.com. Atlet-atlet pelatnas voli duduk National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ditargetkan untuk mempertahankan kondisinya sepanjang masa pandemi Covid-19. Murdiyan dkk diprogramkan menjalani latihan rutin setiap hari guna mengembalikan kemampuan fisiknya, sejak seluruh awak pelatnas dipulangkan dari training camp (TC) di Solo, akhir Maret lalu.

‘’Sudah pasti ada penurunan performa, terutama teknik dan strategi, sejak mereka tidak lagi TC di Solo. Tapi paling tidak, dengan program latihan mandiri jarak-jauh sekarang, kondisi fisik mereka tidak merosot drastis,’’ kata pelatih kepala tim pelatnas voli duduk NPCI, Deddy Whinata, Rabu (1/7).

Tim yang urung bertarung di pesta olahraga disabilitas Asia Tenggara karena ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 dibatalkan itu, berawak sebelas pemain. Para atlet tersebut berasal dari berbagai daerah di Tanah Air, termasuk tiga atlet Jateng yakni Murdiyan, Raharjo dan Purwadi. Mereka yang dipulangkan ke daerah masing-masing, kemudian menjalani pelatnas jarak jauh yang diterapkan NPCI mulai 2 Juni lalu, bersama ratusan atlet dari 15 cabang olahraga lainnya.

Kirim Rekaman

Deddy yang juga dosen Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta mengungkapkan, para atlet voli terbagi tiga kelompok dalam menjalankan program latihan jarak jauh melalui aplikasi zoom video itu. Selain dirinya, dua asisten pelatih yang turut mengawal latihan secara virtual itu adalah Matsuri dan Taufik Ismail.

‘’Latihan untuk menjaga kondisi fisik berlangsung satu jam per hari. Memang tak mudah, karena ada toser bernama Hansato yang rumahnya di daerah pedesaan Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) sulit dijangkau sinyal seluler,’’ ungkap Deddy.

Atas hambatan itu, khusus Hansato menggunakan aplikasi video whattshap (WA). Namun sinyal WA juga tidak dapat selalu lancar. ‘’Kalau sudah demikian, maka dia harus merekam latihannya, kemudian meluncur ke daerah perkotaan untuk mengirimkan rekaman latihannya itu. Tapi semangat dia cukup tinggi,’’ tutur sang pelatih.

Pelatnas jarak jauh NPCI tersebut diterapkan kepada 269 atlet difabel proyeksi APG Vietnam 2021, serta 35 atlet yang kini memburu poin menuju Paralympic Games di Tokyo yang ditunda dari agenda semula 2020 menjadi 2021.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun