Fokus Pembenahan, Voli Vita Solo Tolak Ajakan Uji Coba

fokus-pembenahan-voli-vita-solo-tolak-ajakan-uji-coba
BERLATIH: Sejumlah atlet bola voli pelajar putri SMA Surakarta berlatih bersama atlet senior di GOR Vita daerah Sumber, Solo.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com. Menyongsong masa new normal di tengah pandemi Covid-19, klub voli amatir Vita Solo fokus pada pembenahan kemampuan atletnya. Pemulihan kondisi fisik, teknik, mental dan cara bermain para atlet mulai tingkat SD, SMP, SMA, yunior hingga senior, menjadi konsentrasi klub yang bermarkas di kawasan Penumping, Laweyan tersebut.

Fokus pembenahan internal itu pun menjadi alasan Vita untuk sementara menolak ajakan sejumlah klub lain guna melakukan pertandingan uji coba. ‘’Ada tawaran berlatih tanding dari beberapa klub Semarang untuk tim tingkat SMA, namun kami mohon maaf belum bisa memenuhi ajakan itu. Kami akan lakukan dulu pembenahan mendasar bagi para atlet,’’ kata pelatih senior Vita Solo, Agus Suyanto, Kamis (2/7).

Pembenahan dilakukan dalam latihan rutin dengan protokol ketat di GOR Vita kawasan Sumber, Banjarsari. Tim SMA biasa berlatih bersama para pemain yunior dan senior. Sementara awak tim tingkat SD dan SMP menjalani latihan dalam waktu terpisah.

Persiapan Umum

(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Di sisi lain, tim voli pelajar juga disiapkan guna menghadapi Pekan Olahraga Pelajar (Popda) SMA tingkat Jateng. Popda itu sebenarnya berlangsung di Semarang pada medio Maret lalu. Tapi karena ancaman pandemi Covid-19, berdasarkan surat edaran dari Pemprov Jateng kemudian ditunda menjadi Oktober mendatang.

‘’Hingga kini tidak ada surat atau pemberitahuan mengenai jadwal baru penundaan Popda SMA. Maka kami juga tetap menyiapkan tim untuk menghadapi ajang tersebut, seandainya jadi digelar,’’ jelas pelatih tim putri yunior, termasuk tim Popda SMA, Marwoto.

Agus Suyanto menambahkan, pembenahan kemampuan atlet secara umum itu lebih ditujukan untuk menghadapi berbagai kejuaraan yang kemungkinan kembali diselenggarakan pada 2021. Di sisi lain, dia menyebut performa para atlet saat ini banyak mengalami penurunan.

‘’Dua bulan lebih berlatih sendiri di rumah, kondisi anak-anak menurun. Maka harus dibenahi mendasar. Yah, hitung-hitung sebagai fase persiapan umum untuk menghadapi kompetisi tahun depan,’’ ujar dia.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun