Gantolle Eksplorasi Area Terbang di Kawasan Perbatasan

gantolle-eksplorasi-area-terbang-di-kawasan-perbatasan
BERSIAP: Atlet gantolle Jateng Sulis Widodo bersiap melakukan start terbang dari bukit di daerah Tancep, Ngawen, Gunungkidul dalam latihan sekaligus ekspolasi area tersebut, akhir pekan lalu.(suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com. Gantolle Jateng mengeksplorasi area baru untuk latihan terbang di kawasan perbatasan Jateng-DIY. Sejumlah atlet senior beberapa kali mengecek titik take off di perbukitan di daerah Tancep yang masuk wilayah Ngawen, Gunungkidul, serta lokasi landing di kawasan Cawas, Klaten tersebut.

Mereka juga menjajal terbang di area tersebut guna memastikan kecenderungan arah dan kecepatan angin, geothermal dan approach landing. Kegiatan olahraga dirgantara memang bergantung pada kondisi cuaca.

‘’Semua kami eksplorasi, demi memastikan area baru itu memang aman dan layak untuk berlatih,’’ kata Ketua Pengprov Gantolle Jateng, Susetyoko ‘’Stik’’, Selasa (7/7).

Dia mengungkapkan, tempat peluncuran terbang berada di semacam bukit dengan ketinggian sekitar 250 meter di atas area landing atau altitude ground level (AGL). Waktu tempuh antara titik take off dan area landing melalui jalan darat diperkirakan lebih-kurang 10-15 menit. Artinya, tidak terlalu jauh untuk bolak-balik membawa peralatan terbang dari tempat lepas landas dan mendarat.

Relatif Bagus

Atlet-atlet senior seperti Stik dan Supardi (Karanganyar), serta Sulis Widodo (Solo) telah beberapa kali menjajal terbang di area tersebut. Atlet pemula, Kharisma dari Banyumas juga turut ke lokasi baru itu, akhir pekan lalu.

‘’Kecenderungan arah dan kecepatan anginnya relatif bagus. Kami juga telah berkoordinasi dengan warga dan perangkat desa setempat, mengenai penggunaan lokasi latihan tersebut,’’ ujar Stik.

Berkait standar keselamatan terbang, pihaknya segera mengurus hal-hal administratif ke Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jateng dan Pusat. Jika dinilai memenuhi standar keselamatan, maka daerah itu bisa menjadi tempat latihan baru, selain venue utama di area Bukit Joglo kawasan Waduk Gajahmungkur Wonogiri dan Bukit Telomoyo di wilayah Kabupaten Semarang.

Porsi latihan bakal terus ditingkatkan para atlet salah satu cabang olahraga dirgantara itu. Sebab, mereka juga bersiap menghadapi PON XX yang semula diagendakan pada 2020, namun kemudian diundur menjadi 2021 karena pandemi Covid-19.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun