Ke Pelatnas, Alfian Bertekad Pacu Kecepatan Panjat

ke-pelatnas-alfian-bertekad-pacu-kecepatan-panjat
ASAH DIRI: Pemanjat pelatnas asal Solo, Alfian M Fajri mengasah kemampuan di papan panjat kompleks Stadion Manahan.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Proyeksi Olimpiade 2024

SOLO,suaramerdekasolo.com. Pemanjat Solo Alfian Muhammad Fajri kembali menghuni pelatnas panjat tebing. Peraih gelar dua kali juara dunia kategori speed world record tersebut telah meninggalkan markas pelatda Jateng di kompleks Stadion Jatidiri Semarang, guna merapat ke training camp (TC) pelatnas di kompleks JGC Cakung Jakarta.

‘’Sejak 7 Juli, saya mulai berlatih di pelatnas dan meninggalkan Jatidiri. Konsentrasi utama saya ingin meningkatkan kemampuan diri, terus memacu kecepatan memanjat,’’ kata Alfian, Minggu (19/7).

Sesuai program pelatih, dia bersama para pemanjat lain yang dipanggil ke pelatnas, kembali menjalani latihan dari awal. Fase latihan persiapan umum terutama mencakup pemulihan kekuatan fisik dan pembenahan teknik-teknik dasar.

Pembuat jalur senior dari Solo, Mahfud Fauzan Efendi juga berada dalam tim pelatnas tersebut. Dia tercatat sebagai route setter pada jajaran pelatih pelatnas yang dikepalai Hendra Basir itu. ‘’Karena baru berkumpul, tentu materi yang dijalani merupakan latihan secara umum terlebih dulu. Sekarang baru pembenahan dasar speed,’’ kata Mahfud.

Asian Games

Pelatnas yang dilaksanakan dengan protokol ketat kesehatan tersebut merupakan rangkaian awal latihan jangka panjang. Para awak tim yang telah merapat, diproyeksikan untuk menghadapi Olimpiade 2024.

‘’Sebelum Olimpiade 2024, sepertinya kami juga disiapkan untuk mengikuti Asian Games Tiongkok 2022. Saya belum tahun persis, maka ikuti saja perkembangannya. Yang jelas, saya akan berlatih secara maksimal,’’ ujar Alfian.

Atlet binaan Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta tersebut telah menorehkan sederat prestasi gemilang. Medali perak relay speed world record disabetnya dari arena Asian Games Jakarta 2018.

Pemanjat 22 tahun itu kemudian menyabet dua gelar juara dunia speed world record sepanjang 2019. Yakni pada IFSC World Series di Chongqing Tiongok pada April 2019 dengan catatan waktu 5,790 detik. Selanjutnya dia merebut medali emas di arena IFSC Climbing World Cup Chamonix 2019 di Perancis, pada 12 Juli 2019. Namun dia belum berhasil merebut tiket Olimpiade Tokyo 2021, yang dipastikan hanya menggelar kategori combain.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun