Empat Lifter Jateng Mengasah Kemampuan di Solo

empat-lifter-jateng-mengasah-kemampuan-di-solo
LATIHAN: Lifter pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) asal Jateng, Rani Puji Astuti menjalani latihan di lantai tiga Kantor Pusat NPCI kawasan Jebres, Solo, Senin (20/7).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Pelatnas Proyeksi APG dan Paralympic Tokyo

SOLO,suaramerdekasolo.com. Empat lifter National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng mengasah kemampuan bersama di Solo. Mereka adalah Atmaji Priyambodo, Margono dan Sriyanti dari Sragen, serta Rani Puji Astuti yang bernaung di bawah NPCI Kabupaten Kudus.

Para atlet yang merupakan bagian dari 14 atlet pelatnas angkat berat NPCI itu menempa diri di lantai tiga Kantor Pusat NPCI, kawasan Jebres Solo . Mereka diproyeksikan untuk menghadapi ASEAN Para Games (APG) Vietnam dan Paralympic Games Tokyo 2021.

‘’Khusus lifter Jateng, berlatih bersama di Solo karena jaraknya cukup terjangkau dari rumahnya. Rani juga ada rumah sendiri di daerah Sukoharjo,’’ kata pelatih kepala pelatnas angkat berat NPCI, Coni Ruswanta, Senin (20/7).

Sementara sepuluh lifter lainnya dari berbagai provinsi di Tanah Air menjalani pelatnas secara daring. Mereka berlatih mandiri dari daerahnya masing-masing, namun tetap menjalankan program-program dari pelatih. Pelaksanaan programnya juga rutin dipantau pelatih melalui jaringan online, serta dilaporkan ke NPCI Pusat.

Lebih Konsentrasi

Para atlet asal Jateng tersebut merasa lebih berkonsentrasi dalam latihan bersama yang tetap dikawal sejumlah pelatih. ‘’Sama-sama dipantau pelatih, namun jika diarahkan langsung di tempat latihan rasanya lebih mantap,’’ kata Rani Puji Astuti.

Lifter kelas 55 kg itu menyebut, latihan tersebut sebagai persiapan dalam persaingan menghadapi lawan-lawannya pada APG Vietnam 2021. Menurutnya, lifter dari Vietnam dan Thailand selama ini menjadi rival beratnya di arena pesta olahraga disabilitas Asia Tenggara itu.

‘’Pada APG Malaysia 2017, saya mendapat medali perak, kalah dari lifter Vietnam yang merebut emas. Maka pada APG mendatang saya akan berusaha keras untuk meningkatkan raihan medali,’’ tandasnya.

Para lifter pelatnas asal Jateng itu berlatih rutin dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. ‘’Masker dan hand sanitizer selalu digunakan, saat mereka jeda berlatih. Sedangkan jadwal latihan rutinnya setiap Senin, Selasa, Kamis dan Jumat,’’ tambah asisten pelatih pelatnas, Yanu Tri Wibowo.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun