Lereng Gunung Jadi Arena Jaga Performa Pembalap Sepeda

lereng-gunung-jadi-arena-jaga-performa-pembalap-sepeda
TANJAKAN: Pembalap cewek Solo Annisa Destein Cindy Qiawati dibuntuti dua pembalap lain Kota Bengawan melahap tanjakan di lereng Merapi kawasan Cepogo, Boyolali.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO, suaramerdekasolo.com. Jalur-jalur rolling dan tanjakan menjadi arena para atlet balap sepeda Solo dan sekitarnya guna menjaga performa selama masa pandemi Covid-19. Mereka memanfaatkan rute di lereng Gunung Lawu dan Merapi demi tetap terjaga kebugaran fisiknya.

‘’Tanjakan dan rolling di lereng Merapi dan Lawu memang lebih sering menjadi arena latihan. Selain tidak terlalu ramai lalu lintas, jalur-jalur itu pun bisa untuk menjaga kondisi fisik dan kebugaran, serta kemampuan tanjakan,’’ kata pelatih balap sepeda Solo, Agus Sadiyanto, Selasa (21/7).

Pria yang juga Kabid Pembinaan Prestasi Pengkot Ikatan Sport Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Surakarta itu menambahkan, tak ada agenda lomba karena korona, cenderung menimbulkan kejenuhan di kalangan atlet. Apalagi velodrome Manahan yang biasa digunakan berlatih memacu kecepatan maksimal tanpa halangan juga masih ditutup sejak Solo dinyatakan berstatus kejadian luar biasa (KLB) korona pada medio Maret silam.

‘’Namun anak-anak tetap rutin latihan di jalan raya, agar kondisinya tidak merosot,’’ ujar Agus.

Semangat

Sejumlah pembalap muda Kota Bengawan sering melakukan latihan bersama. Mereka adalah Shindu Ardiyanto, Andrian Hidayat dan atlet cewek Annisa Destein Cindy Qiawati. Tak jarang, pembalap eks-Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng asal Boyolali, Jeffry Irawan pun turut gabung dalam latihan bersama.

‘’Lereng Merapi di wilayah Klaten dan Boyolali jadi jalur berlatih. Juga lereng Lawu yang berada di wilayah Karanganyar,’’ ujar Agus yang juga pelatih PPLOP Balap Sepeda Jateng.

Salah seorang pembalap muda Solo, Shindu Ardiyanto mengungkapkan, latihan bersama itu guna saling menjaga semangat dan mempertahankan kemampuan fisik. Kendati demikian, dalam waktu sepekan terdapat hari yang tidak dijadwalkan untuk menggenjot sepeda.

‘’Jika tidak ada jadwal latihan bersepeda, saya dan beberapa teman memanfaatkan waktu untuk jogging di Manahan. Yang penting terus bergerak agar kondisi diri tidak merosot, karena belum ada target lomba,’’ ujar atlet yang juga awak PPLOP Jateng itu.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun