Naik Kelas 107 Kg, Atmaji Bakal Saingi Lifter Thailand

naik-kelas-107-kg-atmaji-bakal-saingi-lifter-thailand
ANGKAT BARBEL: Lifter pelatnas NPCI asal Jateng, Atmaji Priambodo mengangkat barbel dalam latihan di lantai tiga Kantor Pusat NPCI di kawasan Jebres, Solo.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Atlet Angkat Berat Pelatnas NPCI asal Sragen

SOLO,suaramerdekasolo.com. Atmaji Priambodo sudah memutuskan naik ke kelas 107 kg di arena angkat berat ASEAN Para Games (APG) Vietnam 2021. Lifter pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) asal Sragen itu bertekad memanaskan perebutan emas di kelas barunya tersebut.

Peraih medali perak kelas 97 kg pada APG Malaysia 2017 tersebut bakal bersaing dengan lifter Thailand, Prakit Tongsang yang selama ini mendominasi kelas 107 kg. Maka, jauh-jauh hari persiapan dia lakukan, sejak NPCI mengadakan pelatnas proyeksi APG Filipina 2020 yang akhirnya dibatalkan karena pandemi Covid-19.

‘’Saya mempersiapkan diri untuk menyaingi atlet asal Thailand (Prakit Tongsang-red). Perhitungan dari tim pelatih, peluang saya meningkatkan prestasi lebih terbuka di kelas 107 kg untuk level Asia Tenggara,’’ kata Atmaji, Rabu (22/7).

Berdasarkan catatan hasil persaingan angkat berat pada APG Malaysia 2017, Tongsang menjadi jawara kelas 107. Posisi kedua dan ketiga ditempati dua lifter tuan rumah, Wan Nur Azri Wan Azman dan Mohd Faiz Hussain.

Bisa Melampaui

Pelatih pelatnas angkat berat NPCI Coni Ruswanta didampingi asisten pelatih Yanu Tri Wibowo dan Eko Supriyanto mengalkulasi, peluang Atmaji lebih terbuka di kelas 107 kg. Sebab atlet yang juga ASN di Kemenpora itu diperhitungkan bisa melampaui angkatan 196 kg yang dicatatkan peraih emas kelas 107 pada APG Malaysia.

‘’Apalagi untuk kelas baru, Atmaji pasti menambah berat badannya yang berkonsekwensi pada tambahan kekuatan angkatannya,’’ tutur Coni.

Guna mewujudkan perburuan itu, kini Atmaji bersama dua lifter NPCI Jateng di pelatnas asal Sragen, Margono (kelas 72 kg) dan Sriyanti (86+ kg), serta atlet Kudus Rani Puji Astuti (kelas 55 kg), mengasah diri di Kantor Pusat NPCI di Jebres, Solo. Lifter kelahiran Sragen, 29 April 1980 itu tak malas untuk bolak-balik Sragen-Solo.

‘’Saya akan memaksimalkan kemampuan lewat latihan rutin. Tapi rival-rival saya tentu juga berlatih agar tidak kalah pada APG nanti. Maka kunci terbaik, berjuang keras dan berdoa,’’ tandas Atmaji yang merupakan alumnus SMAN 2 Sragen itu.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun