Dua Petembak NPCI Bersaing Adu Jitu di Kapolri Cup

dua-petembak-npci-bersaing-adu-jitu-di-kapolri-cup
BIDIK SASARAN: Petembak pelatnas NPCI Ahmad Ridwan (paling kanan) beserta atlet lain berkonsentrasi membidik sasaran di venue olahraga menembak Grup 2 Kopassus Kandangmenjangan, Kartasura, Jumat (24/7).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Uji Coba Pelatnas Proyeksi Paralympic Tokyo

SOLO, suaramerdekasolo.com. Dua petembak pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) turut bersaing dalam Kejurnas Menembak Kapolri Cup 2020 yang digelar untuk umum, Kamis-Minggu (23-26/7). Keduanya adalah Hanik Puji Astuti dari Solo yang bernaung di bawah NPCI Jateng dan Ahmad Ridwan yang merupakan atlet NPCI Papua.

Pada kelompok lomba virtual yang diikutinya dari venue olahraga menembak kompleks Grup 2 Kopassus Kandangmenjangan Kartasura itu, Hanik bersaing di nomor air rifle 10 meter. Sementara Ridwan turun di nomor air pistol 10 meter.

‘’Hanik mencatatkan skor 590 poin, sedangkan Ridwan berdasarkan perhitungan mengemas 555 poin. Nilai sempurna pada kejuaraan itu total 600 poin,’’ kata pelatih pelatnas menembak NPCI, Saridi, Sabtu (25/7).

Hanik Puji Astuti (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Atas raihan poinnya tersebut, Hanik menempati peringkat empat nomor air rifle 10 meter. Atlet alumnus SMA Murni Surakarta yang kini menempuh studi lanjut di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu menunjukkan sedikit penurunan poin.

Ketat

Ahmad Ridwan. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Pada kejuaraan virtual Seri 1 Jateng Open 2020 pada 21 Juni lalu, Hanik mencatatkan skor 594 poin di nomor yang sama. Sedangkan bidikan Ridwan lebih bagus atau meningkat lima poin, karena pada Jateng Open dirinya mencatatkan skor 550 poin.
‘’Saya agak tidak enak badan saat turut lomba, jadi poin menurun. Tapi pada lomba-lomba ke depan akan saya perbaiki skornya,’’ ujar Hanik.

Sang pelatih, Saridi mengungkapkan, persaingan dalam kejurnas yang diselenggarkan dalam bentuk online atau virtual dan offline (di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta) itu berlangsung cukup ketat. Para atlet pelatnas Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) juga turut beradu jitu.

‘’Bagi atlet pelatnas NPCI, kejuaraan itu sebagai arena untuk menguji kemampuan dalam rangkaian proyeksi menuju Paralympic Games Tokyo 2021. Soal penurunan empat poin Hanik masih wajar, karena dalam situasi lomba. Di sisi lain, skor Ridwan juga ada peningkatan meski sedikit yakni lima poin,’’ ungkap pria yang juga anggota Grup 2 Kopassus Kandangmenjangan itu.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun